MicroAlTech Bioreaktor Green Energy Sustainability untuk Masa Depan

Dampak perubahan iklim mengubah perilaku manusia dalam mengelola hidupnya, termasuk sumber energi. Tujuan pelaksanaan inovasi bioreaktor MicroAlTech adalah merancang dan mengembangkan bioreaktor MicroAlTech dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana sebagai aplikasi teknologi tepat guna untuk menghasilkan energi listrik ramah lingkungan yang dapat diterapkan dan dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat. Selain itu, mengaplikasikan bioreaktor MikroAlTech sebagai alternatif teknologi dalam mendukung kemandirian energi listrik berbasis sumber daya hayati. Inovasi ini berbasis analisis kebutuhan dan produk inovasi telah melalui validasi oleh ahli fisika.

Berdasarkan perancangan dan prinsip kerja MFCs (Microbial Fuel Cells), MicroAlTech Bioreaktor telah berhasil dibuat dengan modifikasi pada jembatan garam yang belum pernah dilakukan pada penelitian sebelumnya. Bioreaktor dibuat dengan model dead-end dengan raw material berupa mikroalga yang diambil dari kolam pembiakan ikan.Mikroalga yang digunakan dalam bioreaktor MikroAlTech diharapkan tetap hidup dengan memberikan cahaya sebagai simulasi untuk fotosintesis.

Hasil uji coba membuktikan bahwa bioreaktor mampu menghasilkan listrik dan berpengaruh signifikan terhadap jumlah mikroalga. Pada jumlah sumber mikroalga 750 mL, mampu menghasilkan arus listrik 3 × 10^-2 A. Jika jumlah mikroalga yang hidup semakin bertambah, maka arus listrik semakin besar. Penerapan bioreaktor MicroAlTech juga telah dilakukan di Laboratorium Tadris IPA UIN Salatiga dan diduplikasi oleh dua pondok pesantren.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa bioreaktor MicroAlTech berhasil dibuat dan terbukti memiliki manfaat. Konsep inovasi menggunakan bioreaktor 

Penggunaan sumber energi yang secara terus-menerus semakin memberikan tantangan untuk eksplorasi energi hidrokarbon serta menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan pemanasan global. Teknologi bioenergi berbasis mikroorganisme, seperti bio-fuel cell, mampu menghasilkan energi listrik melalui aktivitas metabolisme organisme hidup. Pada beberapa tahun terakhir, mikroalga menjadi salah satu organisme yang memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi bioenergi karena kemampuannya melakukan fotosintesis serta menghasilkan biomassa dalam jumlah besar. Mikroalga air tawar merupakan organisme fotosintetik mikroskopis yang dapat tumbuh dengan cepat dan memiliki efisiensi fotosintesis yang tinggi. Selain menghasilkan biomassa, mikroalga juga mampu menghasilkan oksigen dan senyawa organik selama proses fotosintesis. Dalam sistem bioreaktor listrik berbasis mikroalga, mikroalga dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembentukan elektron yang kemudian dapat dikonversi menjadi energi listrik melalui sistem elektroda dalam reaktor. Sistem ini sering dikembangkan dalam bentuk bioreaktor biolistrik yang menggabungkan proses biologis dan elektrokimia. Penggunaan bioreaktor mikroalga untuk menghasilkan listrik memiliki beberapa keunggulan, yaitu: ramah lingkungan, memanfaatkan organisme yang mudah dibudidayakan, serta berpotensi menghasilkan energi secara berkelanjutan. Selain itu, mikroalga dapat dikembangkan dalam skala kecil maupun skala besar dengan memanfaatkan sumber daya air tawar yang tersedia di berbagai wilayah Indonesia. Selama ini, di lingkungan sekitar Salatiga belum ada yang memanfaatkan mikroalga yang ada di kolam, walaupun di persawahan. Sedangkan berdasarkan penelitian, pemanfaatan mikroalga dalam konsep MFCs telah banyak dikembangkan dengan beragam model reaktor. Selain penghasil energi listrik, mikroalga juga telah dimanfaatkan untuk menghasilkan energi hidrogen melalui mekanisme enzim hidrogenase. Penggunaan bioreaktor mikroalga untuk menghasilkan listrik memiliki beberapa keunggulan, di antaranya ramah lingkungan, memanfaatkan organisme yang mudah dibudidayakan, serta berpotensi menghasilkan energi berkelanjutan. Berdasarkan potensi tersebut, pengembangan bioreaktor listrik berbasis mikroalga air tawar menjadi salah satu inovasi yang dapat mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Dengan desain bioreaktor yang sederhana dan efisien, teknologi ini diharapkan dapat menjadi alternatif sumber energi listrik ramah lingkungan.

Keunggulan produk MikroAlTech Bioreaktor yang telah dibuat adalah sebagai berikut: Biaya produksi rendah karena menggunakan bahan-bahan yang alami; Desain yang sederhana sehingga dapat dipahami dengan mudah dan dapat menjadi alat peraga atau media pembelajaran di sekolah; Dapat dimanfaatkan sebagai sumber penerangan, misalnya dalam lingkup kolam maupun rumah tangga; Alat ini dapat hidup 24 jam tanpa henti, namun alat ini harus tetap dikontrol.

Nama : Damar Akbar Wicaksono
Alamat : Jl. Lingkar Selatan Salatiga No. Km. 2, Pulutan, Kec. Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah 50716
No. Telepon : 087821193509