Strategi circular-economy penelitian mengarah sebagai katalis pupuk memanfaatkan limbah pangan kulit udang (kaya kitin/ kitosan) dan putih telur (kaya protein/enzim dan mineral), sumber unsur hara, perekat peningkat efesiensi pupuk tanaman. Pendekatan inovatif penelitian menggabungkan bioteknologi dan nanoteknologi untuk menciptakan biocatalys fertilizer nano gel yang efisien, terkontrol ramah lingkungan. Tujuan utama penelitian untuk mengembangkan metode rekayasa proses pengolahan limbah pangan udang dan putih telur menjadi formula biocatalys fertilizer nano gel sebagai peningkat efisiensi pupuk secara kompherehensip. Penelitian menggunakan pendekatan Mix Methode, menggabungkan eksperimental laboratorium (pembuatan formula nanogel) dan lapangan (uji coba pot/ lahan terkontrol) metode kuantitatif mengukur efektivitas produk, dilanjutkan uji kelayakan teknis, sosial, ekonomi, lingkungan diakhiri penyusunan bussines plan dibagi dalam V tahapan penelitian. Kontribusi hasil penelitian terhadap dekarbonisasi pengurangan limbah organik kulit udang dan putih telur yang biasanya dibuang berakhir di tempat pembuangan sampah/ perairan. Kontribusi terhadap ketahanan pangan, meningkatkan hasil dan kualitas tanaman pada sifat pelepasan nutrisi cerdas, efisien, memungkinkan penyerapan nutrisi lebih baik oleh tanaman. Target hasil penelitian Tingkat Kesiapan Riset (TKR) 7, prototipe sistem/ subsistem dalam lingkungan relevan, teknologi diuji di luar lingkungan laboratorium, fokus pada pengembangan model produksi penuh dalam lingkungan sebenarnya. Penelitian dilakukan di Pobangtan Yoma dalam waktu 10 bulan, biaya Rp. 75.310.000,00.
Kata kunci: limbah kulit udang, Putih Telur Ayam, Nano Gel, Fertilizer, Biokatalis
Pupuk memegang peranan penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Namun, efisiensi penggunaan pupuk di lapangan masih tergolong rendah, terutama pada wilayah tropis dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan terjadinya leaching atau pencucian unsur hara. Hanya sekitar 20–70% pupuk yang dapat diserap tanaman, sedangkan sisanya hilang melalui pencucian, limpasan air, erosi, dan penguapan. Kehilangan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium tidak hanya menyebabkan pemborosan biaya produksi bagi petani, tetapi juga berdampak buruk terhadap lingkungan berupa pencemaran air tanah, eutrofikasi, emisi gas rumah kaca, dan penurunan kualitas tanah. Penggunaan pupuk yang berlebihan juga dapat mengakibatkan ketidakseimbangan nutrisi, kerusakan struktur tanah, menurunnya aktivitas mikroorganisme tanah, meningkatkan kerentanan tanaman terhadap hama penyakit.
Permasalahan leaching pada pupuk cair terjadi karena unsur hara yang mudah larut terbawa air hujan atau irigasi ke lapisan tanah yang lebih dalam sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tanaman. Kondisi ini diperparah oleh penggunaan pupuk berlebihan, rendahnya kandungan bahan organik tanah, serta tingginya permeabilitas tanah. Kehilangan unsur hara secara terus-menerus dapat menurunkan kesuburan tanah dan mengurangi produktivitas tanaman dalam jangka panjang.
Limbah udang dan putih telur memiliki potensi besar sebagai bahan baku biokatalisator nano gel karena mengandung protein, kitin, kitosan, nitrogen, serta senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Ketersediaan kedua limbah ini di Indonesia sangat melimpah karena berasal dari industri pengolahan udang dan telur yang terus meningkat setiap tahun. Pemanfaatan limbah pangan tersebut tidak hanya mendukung konsep ekonomi sirkular dan pengurangan limbah organik, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah yang ramah lingkungan. Teknologi nanogel memungkinkan nutrisi dilepaskan secara perlahan sehingga dapat mengurangi kehilangan unsur hara akibat leaching dan meningkatkan efisiensi pemupukan. Berdasarkan kondisi tersebut, disusun inovasi “PROTOTYPE BIOCATALYS FERTILIZER NANO GEL” melalui metode degumming, netralisasi, dan blending nanofikasi stirrer sebagai solusi peningkatan efisiensi pupuk yang efektif, ekonomis, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam mendukung pertanian modern.
Keunggulan yang Ditawarkan dan Perbedaannya Dibandingkan dengan Penemuan Sebelumnya yang Sejenis
1. Dampak ke Produktivitas/Efisiensi/Keandalan
Dampak aplikasi formula biocatalys fertilizer nano gel berbahan baku limbah pangan pada tanaman yang diharapkan terjadi peningkatan efisiensi penyerapan NPK hingga 20-30%. Hal ini akan meningkatkan biomassa tanaman, mempercepat masa panen, dan memastikan hasil panen yang lebih konsisten (andal) bahkan dengan input pupuk yang lebih rendah. Aplikasi formula biocatalys fertilizer nano gel berbahan baku limbah udang dan putih telur memberikan harapan dampak positif signifikan pada pertumbuhan tanaman dengan menyediakan unsur hara makro dan mikro yang seimbang serta memperbaiki kondisi tanah. Peningkatan pertumbuhan, formula biocatalys fertilizer nano gel dari limbah udang dan putih telur diharapkan dapat memasok nutrisi penting yang dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif seperti luas daun, jumlah daun, dan tinggi tanaman.
Peningkatan hasil panen, penerapan dosis optimal formula biocatalys fertilizer nano gel diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi tanaman, seperti yang ditunjukkan pada penelitian kacang panjang yang menghasilkan jumlah polong lebih banyak. Hasil panen juga cenderung lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak.Sumber nutrisi lengkap dan perekat pupuk utama, formula biocatalys fertilizer nano gel limbah udang mengandung kitin dan nutrisi lain, sementara putih telur kaya akan kalsium karbonat (~95%) yang penting untuk memperkuat dinding sel tanaman. Pupuk organik ini menyediakan unsur hara makro dan mikro yang cukup lengkap.Perbaikan kesehatan tanah, penggunaan formula biocatalys fertilizer nano gel diharapkan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan populasi mikroorganisme tanah yang bermanfaat, yang berperan dalam siklus nutrisi alami, hal ini juga dapat membantu menetralkan tanah asam.
???????2. Kontribusi ke Dekarbonisasi/ Ketahanan Pangan
Formula biocatalys fertilizer nano gel berbahan baku limbah udang dan putih telur memberikan kontribusi signifikan terhadap dekarbonisasi dan ketahanan pangan melalui beberapa mekanisme. Kontribusi terhadap dekarbonisasi, pengurangan limbah organik : formula biocatalys fertilizer nano gel memanfaatkan limbah udang (cangkang) dan putih telur yang biasanya dibuang, mengurangi volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan sampah atau perairan. Pengelolaan limbah yang lebih baik ini membantu mencegah emisi gas rumah kaca (GRK) seperti metana (CH?) yang dihasilkan dari pembusukan anaerobik limbah organik. Alternatif katalis pupuk kimia, pupuk kimia sintetik membutuhkan banyak energi fosil untuk produksinya dan melepaskan dinitrogen monoksida (N?O), GRK yang kuat, saat diaplikasikan ke tanah. Penggunaan formula biocatalys fertilizer nano gel berbasis limbah ini mengurangi ketergantungan pada pupuk sintetik, sehingga menurunkan jejak karbon sektor pertanian. Penyerap karbon (carbon fixer), limbah krustasea, seperti cangkang udang, mengandung karbon organik yang dapat berfungsi sebagai penyerap karbon jangka panjang di dalam tanah, membantu menyimpan karbon alih-alih melepaskannya ke atmosfer. Proses ramah lingkungan, produksi formula biocatalys fertilizer nano gel dari bahan limbah ini umumnya menggunakan metode sintesis hijau (green synthesis) atau biokonversi, yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi dibandingkan dengan produksi pupuk kimia konvensional.
Kontribusi terhadap ketahanan pangan, meningkatkan hasil dan kualitas tanaman, formula biocatalys fertilizer nano gel memiliki sifat pelepasan nutrisi yang cerdas dan efisien, memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih baik oleh tanaman (melalui daun atau akar). Hal ini menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, hasil panen yang lebih tinggi, dan kualitas produk pertanian yang lebih baik. Meningkatkan kesehatan tanah, formula biocatalys fertilizer nano gel memperkaya tanah dengan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, kapasitas retensi air, dan mendorong aktivitas mikroba yang bermanfaat. Hal ini menciptakan ekosistem tanah yang lebih sehat dan subur secara jangka panjang. Mengurangi Ketergantungan pada input luar, dengan memanfaatkan bahan limbah lokal, petani dapat mengurangi biaya produksi dan ketergantungan pada rantai pasokan pupuk kimia global yang mungkin tidak stabil, sehingga meningkatkan ketahanan sistem pangan lokal. Bio- stimulan dan agen pelindung tanaman, chitosan yang berasal dari limbah udang memiliki aktivitas biologis yang dapat meningkatkan kekebalan tanaman, ketahanan terhadap tekanan abiotik (seperti kekeringan atau salinitas), dan bahkan memiliki manfaat biopestisida.
| Nama | : | Safira Rizky Nurandinan Putri |
| Alamat | : | Perumahan Kaliwungu Indah RT06/RW10 NO.20, Blok A11, Jl. Mangga II, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah |
| No. Telepon | : | 085772744468 |