Indonesia yang terletak didaerah tropis memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah serta memiliki banyak keanekaragaman hayati terutama pada jenis berbagai tumbuhan yang diantaranya mempunyai potensi sebagai tanaman obat. Hanya 200 dari 30.000 spesies saja yang telah digunakan sebagai bahan baku industri obat tradisional. Salah satu tanaman obat yang memiliki khasiat obat adalah Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) dan Lidah Buaya (Aloe vera L.). Kedua tanaman tersebut memiliki kandungan senyawa flavonoid, tannin, saponin serta antioksidan yang memiliki banyak manfaat, diantaranya dapat berperan sebagai penangkal radikal bebas dan dapat meningkatkan kecepatan dalam epitelisasi serta sebagai anti inflamasi. Metode penelitian yang kami gunakan secara analisis, kepustakaan dan eksperimental. Maka dari itu kami membuat inovasi Gel dari Ekstrak Daun Asam Jawa dan Lidah Buaya terhadap penyembuhan pada luka insisi. Adapun sampel yang kami gunakan adalah 1) Sampel T1: Daun asam jawa 25%, Aloe vera 75%; 2) Sampel T2: Daun asam jawa 50%, Aloe vera 50%; 3) Sampel T3: Daun asam jawa 75%, Aloe vera 25%. Sementara itu, proses pembuatan dalam penelitian ini terdiri atas 1) Pengumpulan alat dan bahan, 2) Proses Ekstraksi Asam Jawa dan Aloe vera, meliputi; a) Pencucian, b) Pengeringan, c) Penghalusan, d) Ekstraksi, 3) Pembuatan gel daun asam jawa dan aloe vera, Uji laboratorium, dan Analisis data. i.Adapun dari ketiga sempel tersebut yang paling efektif yaitu pada sempel 3 (T3) dengan nilai tannin 323,0 (TAE/g), Flavonoid 470,590 (qe/g), dan Ph 4,8. Serta positif mengandung flavonoid, tannin, saponin, anti-inflamasi serta kaya antioksidan, sehingga inovasi ini dapat efektif terhadap penyembuhan luka insisi.
Indonesia yang terletak di daerah tropis memiliki kekayaan alam yang melimpah serta memiliki banyak keanekaragaman hayati terutama pada jenis berbagai tumbuhan yang di antaranya mempunyai potensi sebagai tanaman obat. Tidak kurang dari 30.466 spesies tumbuhan vaskular asli yang ada di Indonesia. Dari jumlah tersebut sekitar 9.600 spesies yang diketahui memiliki khasiat obat. Tetapi yang baru dimanfaatkan untuk pengobatan hanya 200 spesies saja yang telah digunakan sebagai bahan baku industri obat tradisional. Tanaman obat memiliki kandungan senyawa yang secara klinis terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu tanaman obat yang memiliki khasiat obat adalah daun asam jawa (Tamarindus indica L.) dan lidah buaya (Aloe vera L.). Tanaman asam jawa (Tamarindus indica L.). Pada ekstrak etanol daun asam jawa memiliki kandungan senyawa flavonoida, tanin, dan golongan saponin (Mun’im, A 2009). Senyawa tanin berfungsi sebagai adstringen pada luka, senyawa saponin berperan sebagai meningkatkan kecepatan dalam epitelisasi, serta senyawa flavonoid berperan sebagai penangkal radikal bebas dan oksidasi enzim sebagai antiinflamasi (Soni dan Akhles, 2012). Lidah buaya sebagai tanaman obat memiliki banyak manfaat. Banyak penelitian menunjukkan bahwa mengoleskan gel atau krim lidah buaya ke kulit dapat mempercepat proses penyembuhan luka bakar derajat ringan (derajat 1 dan2). Hal ini karena gel lidah buaya mengandung vitamin, mineral, dan asam amino yang dapat mempercepat penyembuhan luka (Alodokter.Com). Luka insisi adalah luka yang dibuat menggunakan pisau bedah untuk membuka jaringan atau organ yang lebih dalam dengan memperhatikan ukuran, lokasi dan tujuan dari pembuatan luka (Dougherty, L., & Lister, S. 2015). Pengobatan luka insisi pada umumnya menggunakan obat konvensional seperti antibiotik secara topikal. Penggunaan obat-obatan medis yang digunakan hingga jangka panjang akan menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh sehingga diperlukan alternatif lain dengan menggunakan pengobatan tanaman herbal alami. Tanaman herbal mengandung senyawa aktif yang berkhasiat sebagai pengobatan, salah satunya daun asam jawa dan lidah buaya sebagai alternatif penyembuhan luka insisi.
| Nama | : | Octavia Ramadhani |
| Alamat | : | Tabak Wetan RT 002 RW 007, Kelurahan Kertomulyo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal |
| No. Telepon | : | 08895717033 |