DKC Teknologi (Deteksi Kebakaran Cerdas Untuk Tanggap Darurat Pemadam Kebakaran)

Abstrak

Kebakaran merupakan musibah yang dapat menghanguskan barang penting dan berharga, bahkan dapat merenggut korban jiwa. Sistem kebakaran konvensional umumnya hanya mengandalkan alarm lokal berupa suara untuk menarik perhatian orang sekitar, hal ini menjadi keterbatasan karena bunyi alarm sering kali tidak terdengar saat bangunan tidak beroperasi atau tidak ada orang di sekitar, sehingga memperlambat evakuasi dan penanganan, keterlambatan ini tentu memperparah dampak dari kebakaran. Oleh karena itu DKC Teknologi muncul sebagai inovasi untuk mengatasi hal tersebut.

DKC Teknologi merupakan alat deteksi kebakaran berbasis IoT (Internet of things) yang dapat mengirimkan peringatan kebakaran beserta lokasinya kepada petugas pemadam kebakaran terdekat dan pemilik bangunan secara real-time bahkan saat terjadi pemadaman listrik. Sistem ini dapat melakukan monitoring suhu ruangan, kelembapan ruangan, asap, dan gas berbahaya. DKC Teknologi juga memiliki automatic peripheral output yang dapat digunakan untuk otomatisasi penyedot asap atau penyemprot air. Untuk meminimalisir kelalaian, pada unit pemadam kebakaran terdapat DKC Notify yang digunakan sebagai dashboard untuk menerima pesan baru dan mendownload riwayat kebakaran yang masuk. Selain itu juga dapat membunyikan alarm ketika sistem menerima laporan kebakaran sehingga laporan kebakaran tetap dapat diterima petugas dengan cepat, walaupun petugas sedang tidak dalam kondisi siaga.

DKC Technology memiliki 2 versi yaitu Advance yang mengutamakan fitur dan Lite untuk pilihan ekonomis sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat menggunakan DKC Teknologi. DKC Teknologi telah dirancang sistem singkronisasi untuk menghindari bentrok antar perangkat sehingga memudahkan untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.

Kata Kunci: Alarm kebakaran, kebakaran, Internet of Things, DKC Teknologi.

Latar Belakang

Kebakaran merupakan slah satu musibah yang sering terjadi. Sepanjang periode Januari hingga 15 Juli 2025, tercatat sebanyak 922 kejadian kebakaran terjadi di wilayah Jakarta (ANTARA News, 2025). Data ini menunjukkan bahwa kebakaran masih menjadi ancaman serius yang memerlukan solusi inovatif dan efektif. Selain tingginya angka kejadian, faktor keterlambatan dalam mendeteksi kebakaran juga menjadi penyebab utama meningkatnya dampak kerugian. Pada Januari 2026, terjadi kebakaran di Pematangsiantar yang menyebabkan seorang lansia meninggal dunia akibat keterlambatan warga sekitar dalam menyadari adanya kebakaran (MISTAR.ID, 2026). Kasus lain terjadi pada kebakaran gedung Mall Pelayanan Publik Pekanbaru pada 5 Maret 2023, di mana keterlambatan penanganan menyebabkan fasilitas dan dokumen penting tidak dapat diselamatkan karena tidak adanya petugas yang berjaga pada hari libur (Olivia, 2024).

Sistem deteksi kebakaran konvensional pada umumnya masih mengandalkan alarm lokal yang hanya dapat memberikan peringatan di area sekitar memalui suara. Keterbatasan ini menyebabkan informasi kebakaran tidak dapat segera diterima oleh pemadam kebakaran terutama ketika bangunan dalam kondisi kosong atau tidak beroperasi. Akibatnya, proses evakuasi dan penanganan menjadi terlambat, sehingga meningkatkan risiko kerugian yang lebih besar. Selain itu fire sprinkler konvensional memiliki kekurangan karena harus menunggu api menyentuh sprinkler head sehingga memperlambat penyemprotan serta harus selalu diganti setelah terjadi kebakaran.

Oleh karena itu DKC Teknologi hadir dengan fitur dual notification real-time yaitu pengiriman notifikasi kepada pemadam kebakaran terdekat dan pemilik bangunan yang berisi lokasi kejadian, waktu kejadian, nama ruangan, dan nama bangunan. Notifikasi tetap terkirim meski Terjadi pemadaman listrik karena sistem ini dilengkapi dengan UPS (Uninterruptible Power Supply) untuk menyuplai Wi-Fi saat listrik mati. Salah satu pengiriman melalui Telegram, pada inovasi ini telegram menjadi pilihan karena tidak rentan mengalami pemblokiran dibandingkan dengan WhatsApp, selain itu Telegram juga bersifat gratis sehingga DKC Teknologi tidak memerlukan biaya bulanan untuk beroperasi. Sebagai pencegahan awal sambil menunggu pemadam kebakaran datang, sistem ini dilengkapi automatic peripheral output yang dapat digunakan untuk otomatisasi penyedot asap maupun penyemprot air. Untuk menghindari false alarm, DKC Teknologi menggunakan parameter suhu ruangan, serta asap, dan gas berbahaya.

Pada masing-masing cabang unit pemadam kebakaran terdapat DKC Notify yang digunakan untuk membunyikan alarm lokal dan memunculkan notifikasi terbaru pada dashboard, sehingga petugas pemadam kebakaran tetap mengetahui jika ada pesan kebakaran masuk walaupun sedang tidak siaga. Dengan fitur-fitur tersebut, diharapkan DKC Teknologi menjadi inovasi yang dapat menyelesaikan permasalahan kebakaran dan keterlambatan penanganan kebakaran dengan efektif.

Keunggulan

  1. Dapat melakukan monitoring dan menentukan status kebakaran berdasarkan suhu ruangan, kelembapan ruangan, konsentrasi asap, dan gas mudah terbakar. Adapun gas yang dapat dideteksi berupa LPG (Liquefied Petroleum Gas), metana, propane, butana, asetilena dan hidrogen.
  2. Ketika sensor mendeteksi kebakaran, notifikasi otomatis terkirim tanpa kepada pemilik bangunan dan cabang pemadam kebakaran yang dipilih tanpa campur tangan manusia. Notifikasi yang terkirim berupa waktu kejadian, lokasi kejadian, nama bangunan, dan nama ruangan.
  3. Notifikasi tetap terkirim meski terjadi pemadaman listrik karena baterai dari alat ini dapat digunakan sebagai cadangan untuk menyalakan modem Wi-Fi.
  4. Desain fisik, UI, dan UX (User Experience) dirancang supaya mudah dioperasikan oleh orang awam tanpa memerlukan tenaga ahli. Terdapat buku panduan pada kemasan serta video tutorial dengan scan QR code.
  5. Terintegrasi adaptor sehingga input dan output tinggal pug and play tanpa tambahan adaptor. Dengan ini pemasangan lebih simpel dan rapi. Integrasi adaptor juga memudahkan pengguna karena tidak memerlukan penggantian baterai secara berkala mengingat alat dipasang pada bagian atas yang tidak mudah dijangkau.
  6. Memiliki fitur penjadwalan yang dapat menjadwalkan alat untuk bekerja di malam hari saja.
  7. Pengaturan dikunci menggunakan password untuk mencegah orang lain mengubah pengaturan.
  8. Terdapat DKC Notify pada masing-masing cabang pemadam kebakaran untuk membunyikan alarm sehingga petugas tetap menerima pesan kebakaran walaupun sedang tidak siaga.
  9. DKC Notify juga terdapat dashboard yang dapat menampilkan notifikasi terbaru dan riwayat notifikasi. Riwayat notifikasi tersebut dapat di download dalam format .csv.
  10. Memiliki versi lite yang lebih terjangkau dan tetap memiliki fitur dual notification serta deteksi gas.
  11. Dengan menggunakan website pengguna tidak perlu install aplikasi karena dapat langsung berjalan di Android, IOS, Windows, dan Linux.

Nama : LAOLA ANNI’MATUN ARDILLAH
Alamat : Jl. Sakura 3 No 19, Kel. Kejambon, Kec. Tegal Timur, Kota Tegal
No. Telepon : 62 85701976576