Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan kemandirian nasional. Salah satu sumber pangan alternatif yang potensial adalah jamur tiram karena memiliki kandungan gizi tinggi, mudah dibudidayakan, dan dapat dikembangkan dalam skala rumah tangga. Namun, budidaya jamur tiram masih menghadapi kendala, terutama dalam pengendalian suhu dan kelembapan kumbung, serta keterbatasan waktu dan pengetahuan teknis masyarakat, khususnya generasi muda.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan Mycozen, sebuah sistem smart farming kumbung jamur berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk skala kecil dan ramah bagi pemula. Mycozen mampu memantau dan mengontrol kelembapan secara otomatis melalui sensor yang terintegrasi dengan mikrokontroler dan konektivitas internet. Sistem ini juga mendukung pengaturan manual maupun otomatis serta memiliki desain estetik yang cocok untuk lingkungan rumah modern.
Penerapan Mycozen diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya jamur tiram, mendukung ketahanan pangan berbasis rumah tangga, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pertanian berbasis teknologi.
Kata kunci: ketahanan pangan, jamur tiram, smart farming, Internet of Things, Gen Z
Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis yang dihadapi Indonesia di tengah pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, serta meningkatnya kebutuhan pangan bergizi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan adalah pengembangan sumber pangan alternatif yang bernilai gizi tinggi, mudah dibudidayakan, dan dapat diterapkan di berbagai skala. Jamur tiram merupakan komoditas pangan yang memiliki kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral yang tinggi, serta menunjukkan tren peningkatan konsumsi setiap tahunnya. Selain itu, jamur tiram relatif mudah dibudidayakan dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber pangan rumah tangga maupun usaha kecil. Namun, budidaya jamur tiram di tingkat masyarakat masih menghadapi berbagai kendala. Banyak masyarakat, khususnya generasi muda (Gen Z), pemula, dan pekerja dengan aktivitas padat, memiliki keterbatasan waktu, lahan, serta pengetahuan teknis dalam mengelola kumbung jamur. Pengendalian suhu dan kelembaban kumbung yang masih dilakukan secara manual sering kali menyebabkan pertumbuhan jamur tidak optimal dan menurunkan produktivitas. Meskipun telah tersedia inovasi teknologi untuk kumbung jamur skala besar, penerapannya masih kurang sesuai untuk skala kecil dan rumah tangga. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, dikembangkan Mycozen, sebuah sistem smart farming kumbung jamur berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk skala kecil dan ramah bagi masyarakat umum serta Gen Z. Mycozen mampu memantau dan menjaga kelembaban kumbung secara otomatis sesuai kondisi lingkungan, serta dapat dikontrol secara jarak jauh melalui perangkat digital. Sistem ini dilengkapi dengan mode pengaturan manual maupun otomatis yang fleksibel, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Selain fungsional, Mycozen juga mengusung desain yang estetik agar mudah diintegrasikan pada lingkungan rumah modern. Dengan demikian, Mycozen diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dan praktis dalam mendukung budidaya jamur tiram yang efisien, berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan.Selain peningkatkan produktivitas budidaya, Mycozen juga dapat menjadi sarana edukasi teknologi pertanian modern bagi masyarakat, sehingga mendorong terciptanya inovasi pangan berbasis teknologi yang lebih adaptif, mandiri, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mycozen memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
1. Berbasis Smart Farming dan Internet of Things (IoT). Inovasi Mycozen menerapkan konsep smart farming berbasis IoT yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian suhu serta kelembapan kumbung jamur secara otomatis dan real-time.
2. Mendukung Ketahanan Pangan. Mycozen membantu optimalisasi budidaya jamur tiram sebagai sumber pangan bergizi yang mudah dibudidayakan, sehingga berkontribusi dalam upaya peningkatan ketahanan pangan.
3. Sistem Kontrol Fleksibel. Dilengkapi dengan mode manual, otomatis, dan timer, pengguna dapat mengatur rentang suhu dan kelembapan sesuai kebutuhan budidaya.
4. Akses Jarak Jauh dan Mudah Digunakan. Pengendalian dapat dilakukan melalui smartphone maupun tombol fisik, sehingga sistem bersifat user friendly dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan.
5. Inklusif dan Adaptif. Mycozen dapat digunakan oleh masyarakat dengan keterbatasan waktu, generasi muda, pemula, serta pengguna yang tidak memiliki lahan luas.
6. Realistis, Aplikatif, dan Terjangkau. Inovasi ini dirancang menggunakan komponen yang mudah diperoleh dan relatif terjangkau, sehingga memiliki potensi implementasi nyata dan berkelanjutan di masyarakat.
| Nama | : | Mareta Fidya Latifa |
| Alamat | : | Jambangan RT 05, Jetak, Sidoharjo, Kab. Sragen |
| No. Telepon | : | 085713761071 |