Permasalahan sampah lingkungan berkorelasi dengan pertumbuhan populasi manusia, khususnya di Kaliwungu, di mana populasi diproyeksikan mencapai 69.132 pada tahun 2024, menyebabkan peningkatan sampah konvesi sampah sering kali mengakibatkan sampah berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa proses lebih lanjut. Secara bersamaan, populasi yang meningkat menuntut lebih banyak protein hewani, terutama melalui budidaya ikan lele, yang terhambat oleh biaya pakan tinggi yang mencapai 60-70% dari produksi. Oleh karena itu, diperlukan pakan alternatif yang hemat biaya dan mematuhi standar nasional Indonesia. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penggunaan Maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mengubah sampah organik menjadi produk pakan bernilai tinggi. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi formulasi pakan ikan lele, menganalisis kualitas nutrisi pakan berbasis BSF yang ditambah dengan dedak padi dan kulit kedelai. Desain penelitian melibatkan metode eksperimental yang dilakukan di MA NU 03 Sunan Katong antara November dan Desember 2025. Pada penelitian ini mengunakan 3 treatment. T.1 40% tepung manggot, 35% bekatul, 25 % kulit kedelai, T.2 25% tepung manggot, 40% bekatul, 35 % kulit kedelai, danT.3 35% tepung manggot, 25% bekatul, 40% kulit kedelai. Sementara itu, tahap uji penelitian meliputi : kadar abu, kadar air, kadar lemak dan kadar protein. Didapatkan treatment yang terbaik yaitu T.1 dengan hasil : kadar abu 7,89%, kadar air 8,65%, kadar lemak 16,70% dan kadar protein 5,57%. Hasil data pengujian menunjukan bahwa pakan ikan lele mencapai standar kandungan nutrisi, berkontribusi pada pengurangan biaya dan pengelolaan sampah yang efektif dan mendukung Akuakultur Zero Waste dan Ekonomi Sirkular
Permasalahan sampah lingkungan berbanding lurus dengan pertumbuhan populasi manusia. Di Kecamatan Kaliwungu, jumlah penduduk pada tahun 2024 mencapai 69.132 jiwa dengan laju pertumbuhan 1,12% (BPS), yang memicu peningkatan volume sampah rumah tangga. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai teknologi konversi menyebabkan sebagian besar limbah hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa pengolahan lebih lanjut.Di sisi lain, peningkatan populasi juga meningkatkan kebutuhan protein hewani, salah satunya melalui budidaya ikan lele yang produksinya mencapai 1.157.755 ton pada tahun 2024. Namun, pembudidaya menghadapi kendala tingginya biaya pakan pabrikan yang mencapai 60–70% dari total biaya produksi (Emma, 2006). Sebagai solusi, diperlukan pakan alternatif mandiri yang ekonomis namun tetap memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI: 01-6484.4, 2000).
Teknologi biokonversi sampah organik menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) hadir sebagai solusi efektif. Maggot merupakan organisme fase larva yang mampu mengubah limbah organik menjadi produk pakan bernilai tambah (Shifa Hasanah, 2023). Penerapan teknologi ini tidak hanya menekan biaya produksi karena bahan bakunya murah (Deden Sudrajat, 2022), tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang produktif. Dan mendukung Akuakultur Zero Waste dan Ekonomi Sirkular
Pakan Lele Berbasis Maggot dari Limbah Rumah Tangga dengan Penambahan Bekatul dan Kulit Kedelai memiliki kelebihan dari pakan lele yang ada di pasaran. Selain mendukung Akuakultur Zero Waste dan Ekonomi Sirkular. Pakan lele kaya sumber protein dari maggot, bekatul sebagai sumber energi dan sumber serat dari kulit ari
Penelitian ini menggunakan maggot (larva black soldier fly) sebagai agen biokonversi untuk mengolah limbah organik rumah tangga menj adi biomassa berprotein tinggi. Penelitian ini di formulasi dan diranca ng uantuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan lele. Teknologi ini mamp u menekan biaya pakan lele, serta penelitian ini mengintergrasikan s ystem pengolahan limbah rumah tangga dengan budidaya maggot d an mendukung konsep zero waste dan ekonomi sirkular
| Nama | : | Fathimah Nafi’ul Islam |
| Alamat | : | Perumahan Kaliwungu indah RT 13 RW 10 Protomulyo Kaliwungu Selatan |
| No. Telepon | : | 085603078371 |