Allia Chromia Ultra Feed adalah sebuah kombinasi dari bahan pakan yang terdiri dari tepung bawang putih, enceng gondok, dan mineral khromium organik. Eceng gondok mengandung bahan kering sekitar 7%; protein kasar 11,2%; serat kasar 18,3; BETN 57%; Lemak kasar 0,9%; abu 12,6%; Ca 1,4%; dan P sebesar 0,3% (Fuskhah, 2000). Eceng gondok juga mengandung mengandung vitamin A, Vitamin B1, dan Vitamin C (Rani et al., 2021). Beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi dalam seratus gram bawang putih mengandung air 66,2-71,0 gram, kalori 95,0-122 kal, kalsium 26-42 mg, sulfur 60-120 mg, protein 4,5-7 gram, lemak 0,2-0,3 gram, karbohidrat 23,1-24,6 gram, fosfor 15-109 mg, besi 1,4-1,5 mg dan kalium 346-377 mg. Disamping itu bawang putih (Allium sativum) juga memiliki berkhasiat sebagai antiseptik karena mengandung minyak atsiri (Faradiba, 2014). Kromium mempunyai peran utama yang penting untuk tubuh, karena Mineral Cr dalam bentuk (GTF) dalam aliran darah selain berperan untuk meningkatkan masuknya glukosa kedalam sel dengan cara peningkatan aktivitas insulin (NRC 2001). Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh penulis pada tahun 2021 dapat disimpulkan bahwa pemberian bawang putih (Allium sativum) sebanyak 250 ppm pada pakan basal berkromium organik mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah pada batas normal dan menghasilkan nilai pH rumen ternak domba yang ideal. Pada tahun 2023 penulis melanjutkan penelitiannya pada ternak kambing perah dan didapatkan hasil bahwa suplementasi tepung bawang putih dan mineral Cr organik mampu meningkatkan nilai efisiensi produksi susu, penggunaan nutrien, dan performa laktasi tetapi tidak menghasilkan perbedaan yang cukup nyata pada produksi gas metana.
Produksi Peternakan dan Pertanian menjadi salah satu sektor penting yang perlu diperhatikan karena sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang ke-2 yang berfokus pada kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Untuk mendukung swasembada pangan perlu dilakukan adanya upaya penigkatan produktivitas baik dibidang pertanian maupun peternakan. Kota Tegal terkenal dengan sentra produksi telur asin yang mana jumlah ternak itik petelurnya tergolong cukup banyak. Permasalahan pakan masih menjadi kendala utama dalam proses budidaya ternak itik oleh karena itu perlu dilakukan terobosan dalam ransum pakannya. Eceng gondok (Echhornia crassipes) adalah tumbuhan air yang hidup bebas di permukaan air, dapat berkembang dengan cepat dan dapat tumbuh sepanjang tahun. Diperlukan upaya untuk menanganinya agar tidak mengganggu dan merusak lingkungan. Salah satu alternatifnya adalah dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Pemanfaatan enceng gondok sebagai tanaman pakan belum banyak digunakan (inkonvensional) masyarakat, sedangkan pertumbuhan dan ketersediaannya sangat memadai pada musim kemarau maupun musim hujan. Kandungan nutrisi daun eceng gondok dalam bentuk bahan kering (BK) yaitu protein kasar 6,31%, serat kasar 26,61%, lemak kasar 2,83%, abu 16,12% dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 48,18% (Mahmilia, 2005). Dada (2002) juga menambahkan bahwa pakan dengan tambahan eceng gondok yang dikeringkan tanpa melalui proses fermentasi memiliki kadar serat kasar yang tinggi yakni antara 22-31%. Meskipun kadar serat kasar pada eceng gondok cukup tinggi tetapi itik dapat mencerna serat kasar lebih baik dari pada unggas lainnya. Menurut Mangisah et.al, (2009) menyatakan itik mampu memanfaatkan ransum dengan kadar serat kasar yang lebih tinggi dibandingkan ayam. Eceng gondok juga bermanfaat karena mampu menyerap zat organik, anorganik serta logam berat lain yang merupakan bahan pencemar. Selain itu menurut Prasetya, dkk., (2013) eceng gondok memiliki kelebihan lainnya yaitu mempunyai kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif ternak karena adanya kandungan pigmen karotenoid terutama pigmen β-karotendan xantofil.Menurut Viomalini dan Nugrahini (2020) per 100 gram daun eceng gondok memiliki kandungan karoten yang tinggi sekitar 109.000IU. Pigmen karotenoid terutama pigmen xantofil dibutuhkan oleh itik dalam pembentukan warna kuning telur (egg yolk).Selain itu kandungan nutrisi lainnya yang terkandung dalam eceng gondok seperti protein, mineral dan vitamin juga dapat memberikan kontibusi dalam menambahkan nilai nutrisi ransum itik.untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi itik khususnya dalam pembentukan kualitas telur. Hasil penelitian oleh Huda, et.al (2021) sebelumnya menyebutkan bahwa terjadinya peningkatan skor warna kuning telur sebagai akibat pemberian tepung eceng gondok secara berkala sebanyak 5%, 10% dan 15% ke dalam ransum yang mengandung karotenoid dan pigmen xantofil. Hal ini disebabkan bahwa warna kuning telur dihasilkan oleh pigmen xantofil, yang diperoleh itik dari ransum yang dikonsumsinya. Kulit bawang putih memiliki kandungan flavonoid dan organosulfur yang berperan sebagai antioksidan dan antibakteri. Hedges dan Lister (2007) menyatakan bahwa flavonoid, fructans, organosulfur, dan saponin merupakan komponen fitokimia yang terdapat pada bawang (Allium). Hanen et al. (2012) menambahkan bahwa komponen antioksidan pada bawang paling besar berasal dari phenolic, flavonoid dan vitamin C, sedangkan organosulfur memiliki peran penting sebagai antibakteri. Hasil penelitian sebelumnya Saputra, et.al (2016) menunjukkan bahwa pakan yang mendapat penambahan tepung kulit bawang putih (T3, T4, T5, dan T6) memiliki kecernaan protein kasar lebih tinggi dibandingkan dengan pakan basal saja. Hal ini dikarenakan oleh tingginya kandungan antibakteri pada tepung kulit bawang putih. Hanen et al. (2012) menyatakan bahwa komponen antibakteri paling besar dari bawang putih berasal dari organosulfur yang berupa Allicin. Kandungan antibakteri yang tinggi pada tepung kulit bawang putih dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen sehingga penyerapan nutrien dan antioksidan menjadi lebih baik. Hedges dan Lister (2007) menyatakan bahwa kandungan antimikrobia pada bawang putih dapat menghambat Clostridioum, Bacillus, Escherichia, Micrococcus, Mycobacterium, Pseudomonas, Salmonella, Staphylococcus, Streptococcus, dan beberapa lainnya. Kandungan antibakteri pada kulit bawang menghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam saluran pencernaan, sehingga nutrien hasil pencernaan dapat diserap dengan baik. Antioksidan yang terserap akan membantu pencegahan oksidasi pada sel-sel saluran pencernaan sehingga sel-sel di saluran pencernaan menjadi lebih sehat dan penyerapan nutrien menjadi semakin baik. Penyerapan nutrien yang tinggi pada saluran pencernaan meningkatkan kecernaan protein kasar pakan. Hal ini sesuai dengan pendapat Sukary ana, et.al (2011) yang menyatakan bahwa kecernaan dapat dipengaruhi oleh tingkat pemberian pakan, jenis pakan, spesies hewan, cara pengolahan pakan, dan kesehatan saluran pencernaan. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh penulis pada tahun 2021 dapat disimpulkan bahwa pemberian bawang putih (Allium sativum) sebanyak 250 ppm pada pakan basal berkromium organik mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah pada batas normal dan menghasilkan nilai pH rumen ternak domba yang ideal. Pada tahun 2023 penulis melanjutkan penelitiannya pada ternak kambing perah dan didapatkan hasil bahwa suplementasi tepung bawang putih dan mineral Cr organik mampu meningkatkan nilai efisiensi produksi susu, penggunaan nutrien, dan performa laktasi tetapi tidak menghasilkan perbedaan yang cukup nyata pada produksi gas metana. Besar harapan dilakukannya peneltian lanjutan dengan menggunakan enceng gondok, bawang putih, dan mineral kromium organik mampu meningkatkan performa ternak baik pada ternak unggas maupun ternak ruminansia.
Pembaruan dan pembeda dari inovasi Allia Chromia Ultra Feed antara lain :
1. Keunggulannya : tersusun dari bahan alami seperti eceng gondok, bawang putih, dan mineral khromium organik yang dapat meningkatkan kualitas ransum dan menekan biaya produksi
2. Keunggulan lainnya : terbuat dari bahan yang belum termanfaatkan dan jumlahnya melimpah di bantaran sungai yaitu eceng gondok selain itu kita juga memaksimalkan penggunaan dari kulit bawang putih supaya mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan, kita juga memanfaatkan teknologi fermentasi dari ragi dan jamur yang dihasilkan kami giling menjadi Mineral Cr Organik
| Nama | : | Fajar Daya Winasis Azwar, S.Pt., M.Pt. |
| Alamat | : | Jl.Perintis Kemerdekaan GG 32, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal |
| No. Telepon | : | 081215654652 |