Ketergantungan pada bahan bakar fosil meningkatkan pentingnya menciptakan teknologi memasak yang memanfaatkan energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan merancang Silica Stand Stove (S3) sebagai sistem penyimpanan energi termal yang dapat bekerja pada suhu 400°C. Teknologi ini mengevaluasi kinerja komposit pasir silika dan grafit dengan rasio 4:1 untuk digunakan sebagai media penyimpanan panas. Metodologi eksperimen mencakup perancangan struktur tabung inti dengan diameter 150 mm,dan tinggi 250 mm, sistem isolasi ganda dengan rockwool 25 mm dan fiber ceramic 25 mm mengelilingi casing luar dengan diameter 200 mm dan tinggi 300 mm. Pengukuran data suhu pada pasir silika dan grafit dilakukan dengan memasang alat sensor thermocouple tipe-K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan grafit pada rasio 4:1 secara signifikan meningkatkan konduktivitas termal komposit, sementara penggunaan isolasi ganda efektif meminimalisir kehilangan panas (heat loss). Analisis termodinamika membuktikan bahwa S3 memiliki retensi panas yang stabil, menjadikannya solusi inovatif yang layak untuk mendukung kemandirian energi rumah tangga melalui integrasi panel surya. Pemanfaatan material lokal dalam rancang bangun ini menawarkan alternatif alat memasak yang efisien, aman, dan ramah lingkungan.
Kebutuhan akan teknologi memasak yang berkelanjutan menjadi tantangan krusial di tengah upaya transisi energi global. Hingga saat ini, penggunaan bahan bakar fosil seperti LPG dan biomassa konvensional masih mendominasi di rumah tangga Indonesia, yang tidak hanya memberikan beban ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada emisi karbon. Meskipun teknologi kompor berbasis energi surya telah dikembangkan, efisiensi dalam menyimpan energi termal masih menjadi hambatan utama, terutama saat kondisi cuaca mendung atau pada malam hari.
Penelitian ini berfokus pada pengembangan "Silica Sand Stove" (S3) sebagai solusi penyimpanan energi termal (thermal energy storage). Dengan memanfaatkan material lokal berupa pasir silika yang dicampur dengan grafit, inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyerapan dan ketahanan panas dari sistem pemanas berbasis listrik tenaga surya. Masalah mendasar yang dikaji dalam penelitian ini adalah sejauh mana komposisi campuran pasir silika-grafit mampu mengoptimalkan efisiensi termal pada tungku S3, sehingga energi yang tersimpan dapat digunakan secara stabil dan berkelanjutan sebagai alternatif kompor ramah lingkungan.
Dasar Teori: "Berdasarkan prinsip termodinamika klasik, energi yang tersimpan dalam sistem Silica Sand Stove (S3) ditentukan oleh kapasitas kalor spesifik material komposit pasir silika-grafit yang mengikuti persamaan Q=m.c.ΔT (Halliday et al., 2013). Penambahan grafit dilakukan sebagai upaya modifikasi konduktivitas termal material untuk meningkatkan difusivitas panas sesuai dengan model transmisi panas pada media berpori (Incropera & DeWitt, 2011). Pengukuran suhu operasional hingga 400°C dilakukan dengan sensor thermocouple tipe-K yang beroperasi berdasarkan fenomena Seebeck Effect, memungkinkan pembacaan presisi pada rentang suhu tinggi (Doebelin, 2019)."
Keunggulan Inovasi
| Nama | : | Hibratul Nagendra Prabowo |
| Alamat | : | Nangsri Lor Rt.01 Rw.04 No. 9 Nangsri Kec. Kebakkramat Kabupaten Karanganyar |
| No. Telepon | : | 0817256676 |