Pengendalian gulma pada tanaman padi sering kali menjadi kendala utama karena
metode manual tradisional memerlukan tenaga fisik besar dan waktu pengerjaan yang lama.
Hal ini menyebabkan biaya operasional buruh tani membengkak serta menurunkan
produktivitas petani akibat kelelahan kerja. Inovasi alat penyiang rumput (gosrok) elektrik ini
hadir sebagai solusi mekanisasi yang tepat guna untuk mengatasi efisiensi kerja yang rendah di
sektor pertanian lahan basah. Inovasi ini memanfaatkan motor DC 24V 350W sebagai
penggerak utama yang dirancang untuk menghasilkan torsi optimal pada lahan berlumpur.
Metode pengembangan meliputi tahap desain mekanis, integrasi sistem kelistrikan berbasis
baterai, hingga uji coba lapangan untuk memastikan ketahanan alat. Keunikan alat utama ini
terletak pada pengoperasiannya yang ramah lingkungan, meminimalkan getaran, dan tidak
menghasilkan emisi gas buang dibandingkan alat bermesin bensin. Penerapan inovasi
dilakukan pada fase perawatan padi dengan mengikuti pola tanam jajar legowo agar manuver
alat tidak merusak akar tanaman. Penggunaan komponen elektrik yang ringkas membuat alat
ini lebih ringan dan ergonomis bagi operator. Dengan spesifikasi daya yang dioptimalkan, alat
ini mampu memberikan keseimbangan antara efisiensi energi baterai dengan kekuatan
pencabutan gulma secara efektif di area persawahan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa
penggunaan gosrok elektrik ini mampu meningkatkan kecepatan penyiangan hingga tiga kali
lipat dibandingkan metode manual. Dampak signifikan terlihat pada penurunan biaya produksi
dan pengurangan beban kerja fisik petani. Melalui inovasi ini, diharapkan pengelolaan
lahan menjadi lebih efektif, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan
hasil panen dan kesejahteraan petani berkelanjutan.
Pertanian padi saat ini berada di titik jenuh akibat metode perawatan tradisional
yang sudah tidak relevan dengan tantangan zaman. Alasan utama inovasi gosrok elektrik 24V
ini dibuat adalah untuk memutus rantai penderitaan fisik petani yang selama puluhan tahun
harus membungkuk melawan beratnya lumpur sawah demi mencabut gulma. Secara medis,
posisi manual kerja ini sangat tidak manusiawi karena memicu cedera punggung permanen dan
kelelahan kronis yang menurunkan produktivitas. Di sisi lain, kita dihadapkan pada kenyataan
pahit bahwa buruh tani semakin langka dan upahnya kian melambung tinggi karena generasi
muda enggan terjun ke sawah yang dianggap sebagai kerja kasar yang melelahkan. Jika kondisi
ini dibiarkan tanpa adanya sentuhan teknologi, biaya produksi padi akan terus membengkak
dan mengancam ketahanan pangan.
Efisiensi Waktu
Mudah Dioperasikan
Efisiensi tenaga
Menggunakan dinamo dc 24v 350w
Baterai 24V 30000 mAh
| Nama | : | firman maulana |
| Alamat | : | Jl. Raya Dukuhwaru Jl. Jatibarang - Slawi No.KM, RW.7, Keplik, Dukuhwaru, Kec. Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah 52451 |
| No. Telepon | : | 083159341276 |