SILAGA/ SIGMA (Sistem Informasi Mitigasi Bencana berbasis IOT)

Kabupaten Tegal mempunyai geografis yang sangat lengkap dari Pegunungan,Kota dan Laut (Pesisir) namun 3 tahun belakangan ini salah satu Kawasan lereng-lereng yang dekat dengan Kaki Gunung Slamet beralih fungsi menjadi sektor peratanian yang tidak bisa terkontrol, terbukti Hutan Lindung Kabupaten Tegal menjadi sasaran para petani yang merambah sehingga hampir 50 Ha Kawasan Hutan Lindung menjadi rusak parah, hal ini diperparah dengan tidak adanya control dari Perhutani dan pemangku kebijakan. Sehingga dari dampak rusaknya tutupan lahan di Kawasan lereng-lereng menjadikan Kabupaten Tegal seperti Supermarket bencana, Desember 2025 hingga Februari 2026 merupakan kejadian bencana yang luar biasa bagi Kabupaten Tegal disaat musim hujan dengan curah hujan yang tinggi dan Panjang seluruh warga Masyarakat di Lereng Gunung hingga Kota merasa was-was dikarenakan pasti adanya Bandang,Longor hingga banjir. Dengan wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana alam yang tinggi, khususnya gempa bumi dan tanah longsor, terutama di daerah lereng Gunung Slamet seperti Kecamatan Bumijawa dan sekitarnya. Kejadian banjir bandang dan longsor di kawasan Guci serta fenomena tanah bergerak di Kecamatan Jatinegara menunjukkan bahwa ancaman bencana di wilayah ini bersifat nyata dan berulang. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum tersedianya sistem peringatan dini yang efektif dan mudah diakses oleh masyarakat.

Inovasi SILAGA atau SIGMA (sistem Informasi Mitigasi Bencana berbasis IOT) dikembangkan sebagai solusi untuk mendeteksi potensi bencana sejak dini. Sistem ini menggunakan sensor getaran dan sensor kemiringan tanah yang terhubung dengan mikrokontroler untuk memantau kondisi tanah secara real-time. Ketika terdeteksi adanya perubahan yang melebihi batas aman, alat akan memberikan peringatan berupa alarm sebagai tanda bahaya.

 

Dengan penerapan SILAGA atau SIGMA (sistem Informasi Mitigasi Bencana berbasis IOT) , diharapkan masyarakat dapat memperoleh peringatan dini sehingga mampu melakukan tindakan evakuasi secara cepat dan tepat. Inovasi ini berpotensi mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian akibat bencana serta mendukung upaya mitigasi bencana berbasis teknologi di Kabupaten Tegal. Kecamatan Bumijawa, khususnya kawasan wisata Guci, menjadi salah satu daerah yang paling sering terdampak bencana alam. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi banjir bandang dan longsor yang menyebabkan kerusakan fasilitas wisata, jembatan putus, serta terganggunya aktivitas masyarakat dan wisatawan. Kondisi ini menunjukkan bahwa bencana tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada sektor ekonomi dan pariwisata yang menjadi salah satu potensi daerah Kabupaten Tegal.

Selain itu, fenomena tanah bergerak yang terjadi di Kecamatan Jatinegara semakin memperkuat bahwa ancaman bencana di Kabupaten Tegal bersifat nyata dan terus berulang. Retakan tanah yang muncul di beberapa titik permukiman warga menunjukkan adanya ketidakstabilan struktur tanah yang berpotensi berkembang menjadi longsor yang lebih besar. Kejadian-kejadian tersebut menjadi peringatan bahwa masyarakat membutuhkan sistem mitigasi yang lebih baik dan terencana.

Selama ini, masyarakat masih mengandalkan tanda-tanda alam secara manual untuk mengetahui potensi terjadinya bencana. Namun, cara tersebut sering kali tidak efektif karena keterlambatan dalam mendeteksi gejala awal bencana. Akibatnya, masyarakat tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan evakuasi sehingga risiko korban jiwa dan kerugian material menjadi semakin besar. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan sistem mitigasi bencana yang lebih efektif, diperlukan suatu inovasi yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Inovasi tersebut harus bersifat sederhana, ekonomis, dan mudah digunakan, sehingga dapat diterapkan secara luas di daerah rawan bencana tanpa memerlukan teknologi yang kompleks.

Dengan adanya SILAGA atau SIGMA (sistem Informasi Mitigasi Bencana berbasis IOT), diharapkan masyarakat tidak lagi hanya bersifat reaktif terhadap bencana, tetapi dapat menjadi lebih siap dan tanggap dalam menghadapi potensi risiko yang ada. Selain itu, inovasi ini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung sistem mitigasi bencana berbasis teknologi. Dengan biaya yang relatif ekonomis namun memiliki manfaat yang sangat besar, SILAGA/SILAGA diharapkan dapat menjadi solusi inovatif yang aplikatif dan berkelanjutan dalam mewujudkan Kabupaten Tegal yang tangguh terhadap bencana.

SILAGA/SIGMA menjadi salah satu alat EWS yang lebih Efisien dari Harga yang sudah ada di ecomerce, bahkan sangat jauh dibandingkan harganya daru alat yang dikeluarkan oleh BNPB dan BPBD namun fungsinya hampir sama. Hal ini mendukung adanya Efisiensi anggaran yang saat ini sedang di terapkan di Indonesia.

Nama : Yusni Ahmad Widiyanto dan Bayu Styo Prabowo, S.Pd
Alamat : SMK Negeri 1 Bumijawa, Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal
No. Telepon : 082323941824