Tanaman melon (Cucumis melo L.) merupakan komoditas hortikultura (Budidaya
Tanaman Kebun) bernilai ekonomi tinggi, namun dalam praktik budidayanya masih
menghadapi berbagai kendala seperti pertumbuhan yang tidak seragam, lambatnya fase
vegetatif, serta tingginya ketergantungan terhadap pupuk anorganik. Kondisi ini berdampak
pada meningkatnya biaya produksi dan menurunnya kualitas hasil panen. Oleh karena itu,
diperlukan inovasi teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung
pertanian yang lebih berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan inovasi COMEL (Cocok Nggo Melon)
berupa sistem cerdas elektrokultur berbasis mikrokontroler ESP32 untuk meningkatkan laju
pertumbuhan tanaman melon. Sistem ini bekerja dengan memberikan stimulasi listrik
bertegangan rendah secara terkontrol melalui elektroda yang ditanam di sekitar perakaran
tanaman. Proses stimulasi diatur secara otomatis berdasarkan waktu dan kondisi lingkungan,
serta dapat dipantau secara real-time melalui sistem berbasis Internet of Things (IoT).
Metode yang digunakan meliputi perancangan perangkat, instalasi di lahan budidaya,
serta pengamatan parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan
produktivitas hasil panen. Hasil yang diharapkan menunjukkan bahwa penerapan sistem
COMEL mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara lebih optimal. Selain itu, sistem
ini juga berpotensi meningkatkan produktivitas hingga 25– 40% serta mengurangi
penggunaan pupuk anorganik sebesar 40– 60%. Inovasi ini berpotensi menjadi solusi
alternatif dalam mendukung budidaya melon yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan
berbasis teknologi. Penerapan sistem ini juga dapat mendorong pengembangan smart farming
di Indonesia secara lebih luas.
Tanaman melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura
(Budidaya Tanaman Kebun) dengan nilai ekonomi tinggi yang permintaannya terus
meningkat, sehingga menjadikannya peluang usaha tani yang menjanjikan di Kabupaten
Tegal. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya kualitas dan kuantitas hasil panen. Oleh
karena itu, diperlukan inovasi teknologi budidaya yang lebih ramah lingkungan dan
berkelanjutan.
Pendekatan elektrokultur hadir sebagai solusi inovatif yang mampu mengurangi
ketergantungan pada pupuk anorganik dengan mengoptimalkan potensi internal tanaman
melalui stimulasi listrik berkelanjutan. Prinsip dasarnya terletak pada kemampuannya
merangsang hormon pertumbuhan endogen seperti auksin yang berfungsi dalam merangsang
perpanjangan struktur tumbuhan, giberelin memacu perkecambahan biji , dan sitokinin yang
berperan penting dalam pembelahan sel (sitokinesis). Penelitian oleh Aliaga & Francia (2024)
menunjukkan bahwa bawang bombay yang diberi perlakuan tegangan 12V mengalami
peningkatan jumlah daun dan diameter umbi.
Meskipun elektrokultur terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan hormon dan
pertumbuhan tanaman, sistem elektrokultur konvensional masih bersifat manual dan kurang
presisi. Perkembangan teknologi, khususnya mikrokontroler ESP32, membuka peluang untuk mengatasi kelemahan tersebut. ESP32 dikenal sebagai mikrokontroler hemat energi dengan
konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth terintegrasi serta kecepatan pemrosesan tinggi. Karakteristik
ini memungkinkan pengembangan sistem elektrokultur yang tidak hanya otomatis, tetapi juga
dapat dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh secara real-time, sehingga mendukung
budidaya yang adaptif terhadap kebutuhan tanaman.
Integrasi antara elektrokultur dan ESP32 melahirkan inovasi bernama COMEL
(Elektrokultur Cerdas Berbasis ESP32). Sistem ini berfungsi sebagai teknologi pemicu yang
mengatur proses stimulasi listrik secara presisi dan adaptif. Implementasinya melibatkan
elektroda tembaga sebagai penghantar stimulus ke jaringan tanaman, modul relay untuk
mengendalikan aliran listrik berdasarkan logika pemrograman, serta power supply sebagai
sumber tegangan rendah yang stabil. Kombinasi ini menciptakan sistem elektrokultur modern
yang mampu mengoptimalkan produksi hormon tanaman terlihat dari parameter seperti tinggi
tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, serta bobot segar dan kering sekaligus
menjadi fondasi bagi pengembangan pertanian cerdas berbasis Internet of Things (IoT) di
Indonesia.
1) Otomatisasi stimulasi elektrokultur presisi menggunakan mikrokontroler ESP32 dengan
tegangan terkontrol toleransi ±0.1V sesuai fase pertumbuhan melon (Cucumis melo L.).
2) Monitoring dan kontrol jarak jauh real-time melalui dashboard web/aplikasi dengan
notifikasi anomali untuk respons cepat terhadap kebutuhan tanaman.
3) Sistem daya hemat energi hybrid dengan mode sleep ESP32 dan kompatibilitas panel
surya, menghemat konsumsi listrik hingga 80%.
4) Elektroda anti-korosi konfigurasi grid yang mendistribusikan stimulus merata ke area
perakaran tanpa resiko kontaminasi logam.
5) Arsitektur modular terintegrasi Internet of Things (IoT) yang skalabel dari lahan sempit
hingga luas sebagai fondasi pertanian cerdas Indonesia.
| Nama | : | Fajar Afif Fadli |
| Alamat | : | Jln. Pacul Timur, Desa Pacul, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal |
| No. Telepon | : | 083890576621 |