MUSAVERRA-RIZ VCO: INOVASI BIO DEMULSIFIER EKSTRAK BATANG PISANG (Musa paradisiaca L) DAN BELIMBING WULUH (Averrhoa billimbi L) SEBAGAI SOLUSI EFISIENSI PRODUKSI VIRGIN COCONUT OIL (VCO)

Produksi Virgin Coconut Oil (VCO) di tingkat masyarakat dan industri rumah tangga umumnya masih menggunakan metode tradisional yang dilakukan dengan pemanasan pada suhu tinggi (krengseng). Metode ini kurang efisien karena membutuhkan biaya tinggi, membutuhkan energi dan bahan bakar yang tinggi dan menurunkan kualitas minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bio demulsifier dari ekstrak batang pisang dan belimbing wuluh dalam meningkatkan efisiensi produksi VCO. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 taraf perlakuan 0%, 2%, 3%, 4%, 5% dengan 3 kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah volume dan rendemen minyak, uji organoleptik (warna, aroma, rasa), berat jenis dan kadar asam lemak bebas minyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bio demulsifier ekstrak batang pisang dan belimbing wuluh 5% menghasilkan rendemen tertinggi (40%) yang berarti dapat meningkatkan efisiensi produksi minyak. Kualitas VCO yang dihasilkan dari uji organoleptik berwarna jernih, beraroma dan berasa khas VCO dan disukai oleh panelis. Berat jenis 0,915 g/ml, kadar asam lemak bebas 0,16 % dan dapat menekan biaya produksi minyak sebesar 27,78 %. 

Pembuatan VCO dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu metode pemanasan, pemanasan bertahap, pengasaman, penggaraman, pancingan, sentrifugasi, fermentasi dan enzimatis. Salah satu metode yang dapat meningkatkan rendemen dan kualitas VCO adalah dengan cara menghidrolisis protein sehingga minyak yang diperoleh dapat terlepas dari ikatan lipoprotein. Hidrolisis protein dapat dilakukan dengan cara menambahkan larutan asam atau enzim. Atas dasar uraian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan inovasi dalam metode pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan cara menggabungkan metode enzimatis dan pengasaman menggunakan bio demulsifier yang terbuat dari bahan alami yang lebih aman, ramah lingkungan, serta mudah diperoleh dari sumber daya lokal yang ada disekitar lingkungan peneliti. 

Kabupaten Cilacap memiliki potensi bahan alami yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal, di antaranya adalah batang pisang (Musa paradisiaca L.) dan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Secara biokimia, batang pisang mengandung enzim protease yang mampu memecah ikatan protein minyak yang terdapat pada emulsi santan, sehingga dapat mempercepat proses pemisahan minyak secara alami pada suhu ruang (Nguyen dkk, 2021). Belimbing wuluh memiliki kandungan asam organik yang tinggi, yaitu asam sitrat sebesar 92,6-133,8 mg per 100 g yang mampu menurunkan pH sistem santan (Aseptianova dan Yuliani, 2020). Penurunan pH pada sistem santan dapat menyebabkan denaturasi dan koagulasi protein, sehingga ikatan lipoprotein terputus dan minyak dapat terpisah dari fase air.

Pemanfaatan kombinasi batang pisang dan belimbing wuluh dalam penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan efek sinergis sebagai agen pemecah emulsi alami (bio demulsifier). Pemanfaatan kedua bahan ini dikembangkan dalam suatu inovasi pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) yang disebut MUSAVERRA-RIZ VCO (Minyak Kelapa Musa Averrhoa Bio Demulsifier), yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi VCO, baik dari segi peningkatan hasil minyak maupun kualitas produk minyak VCO yang dihasilkan.

Produk minyak kelapa MUSAVERRA-RIZ VCO merupakan inovasi berbasis teknologi pangan yang memiliki sejumlah keunggulan kompetitif di tengah persaingan produk minyak kelapa dan VCO di pasar. Salah satu keunggulan utamanya terletak pada konsep produksinya yang mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan bio demulsifier alami berbahan bonggol pisang (Musa paradisiaca L.) dan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Pemanfaatan limbah pertanian, khususnya bonggol pisang, tidak hanya mengurangi potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya lokal dalam kerangka ekonomi sirkular. Selain itu, proses produksi dilakukan tanpa pemanasan suhu tinggi sehingga mampu mempertahankan kandungan nutrisi penting seperti medium chain triglycerides (MCT), vitamin E, dan senyawa antioksidan, yang menjadikan produk ini memiliki kualitas lebih tinggi dibandingkan minyak kelapa konvensional. Dari segi ekonomi, MUSAVERRA-RIZ VCO juga memiliki potensi nilai jual yang tinggi dengan biaya produksi yang relatif rendah karena penggunaan bahan alami yang mudah diperoleh, sehingga memberikan margin keuntungan yang signifikan dan menjadikannya sebagai produk yang kompetitif, baik untuk skala rumah tangga maupun industri kecil. 

Keunggulan lainnya adalah pendekatan produksi yang berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Pengembangan MUSAVERRA-RIZ VCO dapat melibatkan petani kelapa, pelaku UMKM, serta masyarakat sekitar dalam penyediaan bahan baku dan proses produksi, sehingga menciptakan nilai ekonomi tambahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, inovasi ini didukung oleh pendekatan ilmiah melalui pemanfaatan prinsip kimia koloid dan biokimia, sehingga menghasilkan metode produksi yang sederhana, efisien, dan mudah diaplikasikan di lapangan.

Nama : Dita Dwi Saputri
Alamat : Jalan Damarwulan No.95 Desa Pasuruhan Rt 02 Rw 01, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap
No. Telepon : 085877065018