Pembibitan tanaman merupakan tahap awal yang sangat penting dalam proses budidaya karena berpengaruh langsung terhadap kualitas dan produktivitas tanaman pada tahap selanjutnya serta menentukan keberhasilan panen di masa mendatang secara keseluruhan. Di greenhouse KWT Melati, upaya peningkatan proses penyiraman bibit telah dilakukan melalui pengembangan HydroPro 1.0 yang mampu mengatur penyiraman otomatis menggunakan metode penjadwalan enam fase. Meskipun sistem tersebut telah berhasil mengatasi permasalahan penyiraman yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Dari hasil observasi lanjutan menunjukkan, pada HydroPro 1.0, belum tersedia sistem penanda atau notifikasi yang menunjukkan bahwa fase pembibitan telah selesai, sehingga proses pemindahan bibit masih bergantung pada pengecekan manual. Selain itu, ketersediaan air pada tandon juga masih dilakukan pemantauan secara manual, sehingga kurang efisien dan berisiko menghambat proses penyiraman apabila air habis tanpa diketahui.
Permasalahan inilah yang menjadi alasan utama dikembangkannya HydroPro 2.0, yaitu sistem monitoring dan penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk menyempurnakan sistem sebelumnya. HydroPro 2.0 dilengkapi dengan fitur notifikasi akhir fase pembibitan sebagai penanda bahwa bibit tanaman siap dipindahkan, serta monitoring ketinggian air tandon secara real-time untuk memastikan ketersediaan air selalu terpantau. Dengan pengembangan ini, HydroPro 2.0 tidak hanya berfungsi sebagai sistem penyiraman otomatis, tetapi juga sebagai sistem pendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan pembibitan tanaman yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.
Penerapan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja pengelola greenhouse, memudahankan pemantauan, meminimalkan kesalahan dalam proses perawatan bibit, serta mendukung produktivitas pertanian yang lebih optimal secara menyeluruh.
Kata Kunci: Pembibitan tanaman; Greenhouse; HydroPro 2.0; Internet of Things; notifikasi fase pembibitan.
Greenhouse KWT Melati berperan penting dalam menyediakan bibit tanaman yang berkualitas untuk mendukung kegiatan wanita tani di lingkungan greenhouse. Pada tahap awal, permasalahan utama yang dihadapi adalah proses penyiraman bibit yang masih dilakukan secara manual[1], sehingga tidak teratur dan kurang efisien[2][3]. Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan karena kebutuhan air tidak selalu terpenuhi secara optimal[4][5]. Untuk mengatasi hal tersebut, telah dikembangkan HydroPro 1.0, sebagai sistem penyiraman kontrol otomatis[6] dengan metode penjadwalan enam fase yang disesuaikan dengan tahap pembibitan[7].
Seiring dengan penerapan HydroPro 1.0, dilakukan pengamatan lanjutan untuk melihat kinerja sistem secara menyeluruh. Hasil observasi menunjukkan sistem penyiraman sudah berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan efisiensi, namun masih terdapat beberapa permasalahan lain yang belum teratasi antara lain; belum tersedia notifikasi akhir fase pembibitan, serta sistem pemantauan air pada tandon yang masih dilakukan manual.
Setelah berusia sekitar dua minggu, bibit perlu dipindahkan agar mendapat cahaya matahari optimal[7]. Tanpa adanya notifikasi otomatis, keterlambatan proses pemindahan bibit dapat menurunkan kualitas pertumbuhan bibit. Selain itu, pemantauan air yang masih manual berisiko menyebabkan keterlambatan mengetahui air habis, sehingga menghambat penyiraman dan mengganggu proses pembibitan. Metode ini kurang efisien karena menghambat penyiraman apabila air habis tanpa diketahui.
Berdasarkan permasalahan tersebut, pengembangan HydroPro 2.0 dilakukan sebagai penyempurnaan dari sistem sebelumnya untuk mengatasi keterbatasan HydroPro 1.0, yang belum mampu memberikan notifikasi akhir fase pembibitan dan monitoring air tandon. HydroPro 2.0 dikembangkan berbasis Internet of Things[8][9] dan dilengkapi fitur notifikasi akhir fase pembibitan dan monitoring ketinggian air tandon secara real-time [10][8], sehingga tidak hanya mengotomisasi penyiraman, tetapi juga membantu pengambilan keputusan secara cepat dan tepat oleh pengelola greenhouse [11].
Dengan adanya HydroPro 2.0, diharapkan proses pembibitan menjadi lebih terkontrol, efisien, dan modern, serta mampu meminimalkan kesalahan dalam perawatan bibit tanaman. Sistem ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas Greenhouse KWT Melati serta menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan pembibitan tanaman berbasis teknologi modern.
Keunggulan utama HydroPro 2.0 terletak pada kemampuannya menggabungkan sistem penyiraman otomatis dengan fitur notifikasi fase pembibitan serta pemantauan air tandon dalam satu sistem yang saling terhubung. Melalui HydroPro 2.0, pengguna akan menerima pemberitahuan secara otomatis ketika bibit telah menyelesaikan masa pembibitan dan siap dikeluarkan dari greenhouse, sehingga proses pemindahan bibit tidak lagi bergantung pada perkiraan atau ingatan pengelola. Selain itu, kondisi ketersediaan air pada tandon dapat dipantau secara real-time tanpa perlu melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Pengembangan HydroPro 2.0 sebagai penyempurnaan dari HydroPro 1.0 menjadikan sistem ini tidak hanya berfungsi untuk mengatur penyiraman, tetapi juga membantu pengelola dalam mengambil keputusan pengelolaan pembibitan secara lebih mudah, efisien, dan modern.
| Nama | : | NAILA CAHYA WARDANI |
| Alamat | : | Jl. Kemuning No.05, Rt06/Rw03, Kel. Kejambon, Kec. Tegal Timur, 52124 |
| No. Telepon | : | 087715122723 |