PEMANFAATAN LIMBAH KERANG DAN SERABUT KELAPA UNTUK MENJERNIHKAN AIR DI SMA NEGERI 1 WEDUNG

Pembuatan alat ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kerang dan serabut kelapa sebagai alternatif penjernih air di SMA Negeri 1 Wedung, Desa Bungo, Kecamatan Wedung. Tingginya tingkat kekeruhan air di lingkungan sekolah menjadi permasalahan utama, yang diduga kuat menjadi penyebab kematian tanaman yang ada. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi perbandingan komposisi limbah kerang dan serabut kelapa sebagai media filter. Air keruh dari sumber di lingkungan sekolah akan disaring menggunakan filter yang telah dirancang, dan tingkat kekeruhan air hasil penyaringan akan diukur untuk mengetahui efektivitas masing-masing komposisi filter. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan solusi praktis dan ekonomis dalam mengatasi masalah kekeruhan air, sekaligus memanfaatkan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar sekolah. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dan warga sekolah terhadap isu lingkungan dan potensi pemanfaatan limbah.

Air merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga, pertanian, maupun lingkungan sekolah. Namun, kualitas air yang kurang baik masih menjadi permasalahan di beberapa wilayah, termasuk di lingkungan SMA Negeri 1 Wedung. Air yang tersedia memiliki tingkat kekeruhan cukup tinggi sehingga kurang optimal digunakan, bahkan diduga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kondisi tanaman di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, wilayah Wedung sebagai daerah pesisir memiliki potensi limbah cangkang kerang yang cukup melimpah dari aktivitas konsumsi hasil laut. Selain itu, serabut kelapa juga mudah ditemukan sebagai limbah organik yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Apabila tidak dikelola dengan baik, kedua limbah tersebut hanya akan menjadi sampah dan berpotensi mencemari lingkungan.

Cangkang kerang mengandung kalsium karbonat yang berpotensi membantu proses penyaringan dan penetralan zat tertentu dalam air, sedangkan serabut kelapa memiliki struktur berserat dan berpori yang mampu menyaring partikel kotoran serta sedimen. Pemanfaatan kedua bahan ini sebagai media filtrasi menjadi alternatif inovatif, murah, dan ramah lingkungan untuk membantu meningkatkan kualitas air.

Berdasarkan kondisi tersebut, dibuatlah inovasi alat penjernih air sederhana menggunakan limbah kerang dan serabut kelapa sebagai upaya mengatasi masalah kekeruhan air di SMA Negeri 1 Wedung. Selain memberikan solusi praktis terhadap permasalahan air, inovasi ini juga mendukung pengelolaan limbah organik, pemanfaatan sumber daya lokal, serta meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan masyarakat.

Keunggulan Inovasi

1. Memanfaatkan bahan lokal dan mudah diperoleh

Inovasi ini menggunakan limbah cangkang kerang dan serabut kelapa yang banyak tersedia di wilayah pesisir seperti Wedung, sehingga bahan baku mudah diakses dan berkelanjutan.

2. Biaya produksi terjangkau

Dibandingkan alat penjernih komersial, alat ini memiliki biaya pembuatan relatif rendah karena memanfaatkan bahan limbah dan alat sederhana.

3. Ramah lingkungan

Penggunaan bahan alami membantu mengurangi limbah organik dan meminimalkan penggunaan bahan kimia atau material sintetis dalam proses penjernihan air.

4. Mudah dibuat dan dioperasikan

Desain alat sederhana sehingga dapat dibuat, digunakan, dan dirawat dengan mudah oleh siswa maupun masyarakat.

5. Efektif dalam menurunkan kekeruhan air

Kombinasi serabut kelapa, serbuk kerang, zeolit, pasir aktif, dan arang batok kelapa membantu menyaring partikel kotoran, sedimen, serta memperbaiki kualitas air.

6. Memiliki nilai edukasi

Inovasi ini dapat dijadikan media pembelajaran mengenai filtrasi air, pengolahan limbah, dan kepedulian lingkungan bagi siswa.

Nama : Vivi Lutfiani
Alamat : Jl. Bungo-Pasir Bungo kec. Wedung kab. Demak
No. Telepon : 085701347715