Latar belakang penelitian ini adalah kami ingin mengubah suatu sumber daya alam yang sering dipandang sebelah mata oleh khalayak, menjadi sebuah inovasi yang sangat menarik dan bermanfaat. Kami mengambil suatu masalah yang sering ditemui, terkhusus pada remaja wanita, yaitu nyeri haid (dismenore). Untuk nyeri haid sebenarnya telah ditemukan obat untuk meredakannya, akan tetapi dari informasi yang beredar, obat tersebut dapat menimbulkan efek samping yang sangat merugikan bagi para pengonsumsi, salah satunya yaitu dapat menyebabkan kemandulan ,kista, dan gangguan rahim lainnya. Permasalahan yang akan dipecahkan yakni meredakan nyeri haid dengan memanfaatkan rumput teki. Metode inovasi yang digunakan adalah pemanfaatan tanaman suket teki (Cyperus rotundus) sebagai bahan dasar gummy jelly, dengan memanfaatkan ekstrak rebusan rimpang rumput teki sebagai cairan pembuatan gummy. Hasil inovasi menunjukkan bahwa penggunaan rumput teki untuk gummy mampu meredakan nyeri haid secara signifikan tanpa efek samping yang berarti. Dampak dari inovasi ini adalah tersedianya alternatif pengobatan herbal yang tidak membosankan, memiliki rasa yang lezat, dan ramah lingkungan serta dapat membantu mengatasi masalah nyeri haid pada remaja. Juga dengan menganti penggunaan palstik sebagai kemasan dengan menggunakan Standing Pouch Biodegradable.
Nyeri haid (dismenore) adalah salah satu masalah umum yang dialami oleh sebagian besar remaja putri. Rasa nyeri ini seringkali mengganggu aktivitas harian seperti belajar, berolahraga, atau bersosialisasi. Angka kejadian dismenore pada wanita usia produktif berkisar antara 45% hingga 95%, dengan prevalensi sekitar 60% hingga 75% pada remaja. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 50% wanita di berbagai negara mengalami dismenore. Untuk meredakannya, banyak yang mengandalkan obat-obatan kimia pereda nyeri golongan NSAID (non-steroidal anti-inflammatory drug), ataupun sejenis minuman minuman pereda nyeri yang telah banyak dijual dipasaran. Namun, berdasarkan berbagai informasi dan penelitian, konsumsi jangka panjang dan tidak sesuai dosis yang diberikan, obat pereda nyeri tersebut dapat menimbulkan efek samping serius, di antaranya gangguan hormonal, risiko kista, bahkan kemandulan.
Melihat kondisi ini, perlu dicari solusi alternatif yang lebih aman, alami, dan mudah diakses. Salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk meredakan nyeri haid adalah rumput teki (Cyperus rotundus). Tanaman ini sering dianggap sebagai gulma tak berguna. Padahal rimpangnya mengandung senyawa aktif yang berfungsi sebagai anti inflamasi dan analgesik alami.
Di tengah marakanya krisis sampah plastic di Indonesia dan gerakan zero waste, kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup zero waste masih rendah. Banyak produk di pasaran belum memperhatikan aspek keberlanjutan, baik dari bahan baku maupun kemasan. Sehingga limbah terus meningkat. Maka dari itu kami membuat kemasan yang ramah lingkungan.
Inovasi pemanfaatan rumput teki dalam bentuk gummy jelly berawal dari saat kami makan yupi. Mendengar berita yang beredar akhir-akhir ini tentang bahaya yupi yang ternyata mengandung bahan kimia dimana bahan tersebut tidak dapat tercerna oleh lambung dan mengakibatkan munculnya masalah pencernaan, yaitu penyumbatan pada usus.
Di sisi lain melihat meningkatnya sampah pastik di Indonesia, seperti yang kita tahu Indonesia menghadapi krisis sampah plastik akut, memproduksi sekitar 7,8–9,9 juta ton sampah plastik per tahun, dengan hampir 4,9 juta ton tidak terkelola dengan baik. yang akan mengakibatkan terganggunya ekosistem dan memberi dampak yang signifikan bagi lingkungan.
Melihat berita miris tersebut, kami menemukan ide untuk membuat obat herbal yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga menarik dan tidak membosankan bagi remaja. Gummy dipilih karena bentuknya yang disukai, mudah dikonsumsi, dan bisa dikemas secara praktis. Dengan memanfaatkan ekstrak rimpang rumput teki sebagai bahan dasar pembuatan gummy, dan kami mengganti kemasan obat yang sebelumnya berbahan pastik menjadi kemasan ramah lingkungan yang berbahan dasar kertas, yaitu Standing pouch biodegradable. Di mana kemasan tersebut adalah kemasan yang dirancang untuk terurai secara alami dan tentunya membutuhkan waktu yang relative singkat, sehingga tidak meninggalkan dampak negative bagi lingkungan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi herbal yang efektif, aman, dan ramah lingkungan untuk membantu meredakan nyeri haid, dan membantu mengurangi sampah plastik
Pembaruan yang kami tawarkan ialah sebuah produk Gummy sebagai alternatif obat herbal Pereda nyeri haid, dimana bahan yang kita ambil lebih ramah dikonsumsi karena pembuatan Gummy itu sendiri diganti dengan menggunakan Pati Aren dan pemanisnya menggunakan Gula Aren yang tidak mengandung bahan kimia. Dengan ekstrak Rumput Teki sebagai bahan utama pembuatan Gummy Teki Pereda nyeri haid. penggunaan kemasan standing pouch biodegradable yang lebih ramah lingkungan dan dapat terurai secara alami, sehingga mampu mengurangi limbah plastic.
Produk ini tentunya berbeda dengan obat obatan yang beredar sebelumnya dimana produk ini menawarkan sesuatu yang lebih unik dan mengikuti perkembangan zaman sehingga kalangan anak muda tentunya akan lebih tertarik untuk mengonsumsinya.
Dengan demikian, produk ini tidak hanya berfungsi sebagai alternatif pereda nyeri haid yang alami, tetapi juga menghadirkan inovasi yang lebih berkelanjutan, menarik, dan memiliki nilai tambah dalam mendukung upaya pengurangan krisis sampah plastik
| Nama | : | Tim Magiera Hifea |
| Alamat | : | Jl. Sunan Bonang No.17 Jurangombo Selatan, Kec. Magelang Selatan Kota Magelang 56123 |
| No. Telepon | : | 082136822737 |