MetanaX (Konversi Cerdas Emisi TPA Menjadi Energi Bersih Terbarukan dengan IoT dan Machine Learning)

Emisi gas rumah kaca, terutama metana (CH?) dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, telah menjadi kontributor signifikan terhadap pemanasan global dan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan serta kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan MetanaX, sebuah teknologi inovatif yang mampu menangkap, mengolah, dan mengonversi emisi gas metana menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai. Metode yang digunakan adalah pendekatan sistem terintegrasi yang menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan real-time, machine learning untuk optimasi dan klasifikasi gas cerdas, serta proses fisika yang efisien. Proses ini melibatkan adsorpsi gas metana menggunakan zeolit yang dilanjutkan dengan pemurnian melalui metode Water Scrubber. Alat yang dikembangkan menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pengujian. Sistem adsorpsi mampu mencapai efisiensi penyerapan metana hingga 85% pada kondisi operasional optimal. Model machine learning yang diimplementasikan berhasil mengklasifikasikan komposisi gas dengan akurasi mencapai 92%, sementara proses purifikasi mampu meningkatkan kemurnian metana hingga 95%, menjadikannya bahan bakar berkualitas tinggi. Analisis keseimbangan energi menunjukkan bahwa sistem ini merupakan penghasil energi bersih, di mana energi listrik yang dihasilkan dari gas yang ditangkap jauh melebihi konsumsi daya operasionalnya sendiri. Dengan demikian, MetanaX terbukti menjadi solusi komprehensif yang tidak hanya efektif dalam mitigasi emisi gas rumah kaca, tetapi juga berhasil menciptakan nilai tambah dari limbah, mendukung transisi menuju energi bersih dan terjangkau sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca telah menjadi masalah lingkungan utama di seluruh dunia. Menurut World Resources Institution (WRI), sumber emisi gas rumah kaca pada tahun 2020 sebesar 13% berasal dari limbah. Tempat pembuangan akhir atau TPA menjadi fasilitas penyumbang emisi dikarenakan digunakan sebagai pembuangan akhir limbah padat rumah tangga maupun industri (Astuti et al., 2018). Hal ini memicu adanya gas metana akibat pembusukan bahan organik. Karbon berbahaya tersebut adalah senyawa karbon dengan rumus kimia CH4 yang berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan suhu global (Nurhasanah et al., 2021). Tingginya emisi metana di atmosfer berkontribusi pada peningkatan suhu rata-rata di Indonesia yang kini telah mencapai 0,3°C per dekade (BNPB, 2022). Hal ini berdampak pada cuaca yang ekstrem, naiknya permukaan air laut, hingga terjadinya tantangan ketahanan pangan akibat gangguan produktivitas pertanian. Masyarakat di sekitar TPA rentan mengalami gangguan pernapasan dan iritasi kulit akibat paparan gas metana. Selain itu, metana dari sampah berpotensi memicu kebakaran di TPA yang mengancam keselamatan penduduk sekitar.

Nama :
Alamat :
No. Telepon :