NUTRIBOOST LSM “Local Soybean Microbacter” PEMANFAATAN LIMBAH AKAR KEDELAI VARIETAS GROBOGAN SEBAGAI MICROORGANISE STARTER PUPUK BOOSTER ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS PANEN PERTANIAN

Pertengahan abad ke-20, Revolusi Hijau memperkenalkan varietas tanaman unggul yang responsif pestisidan dan pupuk kimia. Penggunaan pupuk kimia terbukti sangat efektif dalam meningkatkan hasil panen secara cepat dan murah. Setelah 5 dekade pasca revolusi hijau barulah menimbulkan dampak negatif seperti degradasi tanah dan ketergantungan pestisida kimia. Kami berinovasi untuk mengembangkan nutrisi organik ramah lingkungan untuk efisiesi pupuk kimia.

Tekanan ekonomi mengharuskan petani untuk mehasilkan panen maksimal dengan biaya rendah agar dapat bersaing di pasar. Keterbatasan pengetahuan dan mindset petani yang beranggapan bahwa pertanian berkelanjutan memerlukan waktu lama untuk melihat hasilnya. Sehingga terjadi masalah yang dialami petani diantaranya ketergantungan pada produk kimia, penurunan produktifitas tanah, kelangkaan stok pupuk kimia, pencemaran lingungan dan kesehatan jangka panjang.

Kami petani yang sadar akan keberlangsungan kesehatan pertanian Indonesia menciptakan “NutriBoost LSM” dapat menjawab masalah yang dihadapi petani. Kandungan mikroba positif yang dapat menyediakan pupuk alami dan tidak mecemari tanah. Mudah diserap daun hasilnya terlihat instan serta tidak memberikan residu kimia pada tanaman. Produk ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dengan pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan.

Proses pembuatan NutriBoost LSM melibatkan starter akar kedelai yang memfermentasi sukun, air kelapa, bawang merah dan tomat. Tambahan mineral alami seperti  belerang, potasium hidroksida dan karbon untuk meningkatkan proses fiksasi nitrogen dan pengatur pH larutan. Demplot kepada petani medapat respon positif dan perkembangan yang signifikan terhadap tanaman mereka pasca aplikasi. Inovasi ini berpeluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai solusi mengurangi pupuk kimia yang lebih aman bagi tanah dan kesehatan manusia.

Pertengahan abad ke-20, Revolusi Hijau memperkenalkan varietas tanaman unggul yang responsif pestisidan dan pupuk kimia. Namun, varietas unggul ini sangat lapar nutrisi dan rentan serangan hama penyakit. Di sinilah pupuk kimia sintetis (Urea, TSP, KCl) dan pestisida kimia menjadi aktor utama. Penggunaan pupuk kimia memberikan hasil yang instan, melipatgandakan produksi pangan global, dan memberikan solusi cepat terhadap ancaman kelaparan dunia dengan biaya produksi yang relatif murah pada saat itu. Setelah 5 dekade pasca revolusi hijau barulah menimbulkan dampak negatif seperti degradasi tanah dan ketergantungan pestisida kimia. Kami berinovasi untuk mengembangkan nutrisi organik ramah lingkungan untuk efisiesi pupuk kimia.

Di tengah arus globalisasi, petani dihadapkan pada paradoks biaya. Harga jual komoditas di pasar sangat kompetitif dan fluktuatif, namun di sisi lain, biaya input pertanian terus melonjak. Salah satu tantangan terbesar dalam transformasi pertanian adalah mindset atau pola pikir. Keterbatasan pengetahuan dan mindset petani yang beranggapan bahwa pertanian berkelanjutan memerlukan waktu lama untuk melihat hasilnya. Sehingga terjadi masalah yang dialami petani diantaranya ketergantungan pada produk kimia, penurunan produktifitas tanah, kelangkaan stok pupuk kimia, pencemaran lingungan dan kesehatan jangka panjang.

Kami petani yang sadar akan keberlangsungan kesehatan pertanian Indonesia menciptakan “NutriBoost LSM” dapat menjawab masalah yang dihadapi petani. Salah satu hambatan terbesar petani beralih ke organik adalah persepsi "hasil yang lama". NutriBoost LSM mematahkan mitos tersebut melalui formula yang mudah diserap melalui stomata daun. Nutrisi langsung masuk ke sistem metabolisme tanaman, memberikan efek visual (kehijauan dan kesegaran) yang cepat terlihat, serupa dengan kecepatan pupuk kimia namun tanpa risiko terbakar (fertilizer burn). Kandungan mikroba positif yang dapat menyediakan pupuk alami dan tidak mecemari tanah. Mudah diserap daun hasilnya terlihat instan serta tidak memberikan residu kimia pada tanaman. Produk ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dengan pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan.

Proses pembuatan NutriBoost LSM melibatkan starter akar kedelai yang memfermentasi sukun, air kelapa, bawang merah dan tomat. Tambahan mineral alami seperti  belerang, potasium hidroksida dan karbon untuk meningkatkan proses fiksasi nitrogen dan pengatur pH larutan. Demplot kepada petani medapat respon positif dan perkembangan yang signifikan terhadap tanaman mereka pasca aplikasi. Inovasi ini membuktikan bahwa kita bisa mendapatkan keduanya: Produktivitas maksimal hari ini, dan tanah yang tetap subur untuk generasi mendatang.

Inovasi NitroBoost LSM memiliki keunggulan dengan produk sejenis lainya. Berikut adalah beberapa keunggulan dan kebaruan dari inovasi ini:

  1. NitroBoost LSM bersifat Dual-Action Formula yakni berperan sebagai penyedia nutrisi (pupuk), juga sebagai soil repairment (perbaikan tanah) dan biostimulant yang memicu hormon pertumbuhan alami tanaman.
  2. NitroBoost LSM dirancang dengan partikel yang sangat halus sehingga bisa cepat diserap melalui mulut daun (stomata),  berbeda dengan pupuk organik padat yang butuh waktu lama untuk terurai.
  3. Mampu memangkas penggunaan pupuk kimia hingga 30-50% tanpa mengurangi bobot panen, sehingga Return on Investment (ROI) petani meningkat.
  4. NitroBoost LSM secara spesifik memanfaatkan simbiosis mikroba dari tanaman kedelai lokal yang dikenal sangat efisien dalam memfiksasi Nitrogen secara alami.

Nama : Masrur
Alamat : Dusun Lodran Rt 03 Rw 06 Desa Karangharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan
No. Telepon : 081381419972