Abstrak

Jalan Pantura, khususnya pada ruas Semarang–Demak, merupakan jalur vital yang

menopang pergerakan logistik dan mobilitas masyarakat antardaerah di Pulau Jawa. Namun,

jalur ini kerap mengalami gangguan serius akibat banjir rob dan kemacetan lalu lintas, serta

tingginya angka kecelakaan yang diperburuk oleh minimnya penerangan jalan. Kondisi ini tidak

hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur, tetapi juga menurunkan efisiensi transportasi

dan memicu kerugian ekonomi. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim Krenova MAN

Demak mengembangkan inovasi “Smart Street Lighting” berbasis teknologi IoT yang

terintegrasi dengan sistem monitoring kemacetan, banjir rob, dan kualitas udara secara realtime. Sistem ini dilengkapi sensor cahaya untuk mengatur penerangan otomatis serta

menggunakan sumber energi terbarukan melalui pembangkit listrik hybrid PV-Bayu (gabungan

tenaga surya dan angin). Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi energi,

keamanan jalan, serta memberikan informasi lalu lintas secara aktual guna mengoptimalkan

sistem transportasi di wilayah Semarang–Demak.

kata kunci: Smart Street Lighting, Hybrid energy, Monitoing Jalan, Pantura

I. LATAR BELAKANG

Jalan Pantura (Pantai Utara Jawa) adalah jalan nasional penting yang menghubungkan

berbagai kota besar di Pulau Jawa. Membentang di sepanjang pesisir utara Jawa Tengah,

terutama Semarang-Demak, jalan ini berperan vital sebagai urat nadi transportasi darat yang

menghubungkan berbagai provinsi. Dibangun dengan berbagai bentuk dan ukuran, Jalan

Pantura memfasilitasi pergerakan orang, hewan, dan kendaraan beserta muatannya,

mempermudah dan mempercepat mobilitas antar wilayah (Hidayatullah dan Rohman, 2022).

Percepatan mobilitas antar wilayah tersebut akan berjalan selaras dengan kondisi infrastruktur

yang baik. Infrastruktur sangat penting untuk pembangunan di daerah berkembang, baik di

kota maupun kabupaten. Pemerintah perlu menyediakan fasilitas publik, pekerjaan umum, dan

transportasi umum untuk memastikan ketersediaannya bagi masyarakat (Shamin, 2019).

gambar 1Kecamatan Sayung, Demak pada Minggu (6/4/2025) sore.(KOMPAS.COM/NUR ZAIDI)

Secara umum, kejadian banjir khususnya banjir rob, telah memberikan dampak

signifikan terhadap infrastruktur transportasi, baik dalam bentuk kerusakan fisik secara

langsung maupun dampak tidak langsung seperti kemacetan lalu lintas. Salah satu contoh

nyata dari gangguan tersebut terjadi pada ruas jalan Semarang–Demak, yang merupakan

bagian integral dari jalur Pantai Utara (Pantura) dan berfungsi sebagai jalan arteri utama

dengan intensitas lalu lintas yang sangat padat. Banjir rob yang melanda wilayah ini

mengakibatkan kemacetan panjang yang berdampak serius terhadap kelancaran mobilitas

barang dan orang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan,

tetapi juga berimplikasi luas terhadap keberlanjutan sistem transportasi dan efisiensi

pergerakan dalam jaringan jalan strategis nasional (Kusumowardani et.,al 2023). Padatnya

lalu lintas terjadi pada jam puncak dimana banjir rob terjadi, dari arah Semarang data diambil

pukul 07.00 WIB sedangkan dari arah Demak data diambil pukul 17.52 WIB. Kecepatan ratarata kendaraan hanya 19 km/jam menuju Semarang dan 22 km/jam menuju Demak. Hal ini

menyebabkan penurunan signifikan dalam kecepatan perjalanan dan berpotensi

menyebabkan keterlambatan jam kerja serta kerugian ekonomi. Oleh karena itu, perlu

dilakukan upaya untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi transportasi di ruas

jalan tersebut. (Kusumowardani et.,al 2023). Salah satu cara mengurangi kemacetan adalah

shifting melalui jalan alternatif lain maupun jalan tol. penggunaan jalan tol semarang-demak

maupun sebaliknya dapat menghemat waktu tempuh hingga 40% (Kusumowardani et.,al

2023). Namun, juga diperlukan pengarahan dan pemerataan untuk peningkatan manajemen

lalu lintas dan mencegah kemacetan pada jalan pantura dan jalan tol.

Selain itu, Pada malam hari kurangnya lampu penerangan membuat jalan gelap dan

meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas karena pengendara sulit melihat arah, kondisi jalan,

dan lingkungan sekitar. (Mohammad, 2021). Peningkatan kecelakaan juga menjadi salah satu

faktor utama penyebab kemacetan (Baktiarto dan Sebayang, 2018). banyak masyarakat yang

berharap agar segera dilakukan pemasangan PJU(penerangan jalan umum) di jalan pantura

guna meminimalisir resiko kecelakaan dan meningkatkan keamanan serta kenyamanan

berkendara (Rosyid, 2025 https://lingkarjateng.id). Namun, dikarenakan faktor terbatasnya lampu penerangan jalan jalur pantura Kabupaten Demak menjadi terhambat (Devi, 2012).

Maka dari itu diperlukan adanya pengembangan teknologi PJU dengan penggunaan energi

terbarukan.

Misalnya energi matahari atau energi angin. Kedua energi ini memiliki potensi dan

jumlah nya pun tidak terbatas. Namun, kedua energi ini sangat dipengaruhi oleh kondisi

geografis (Arota et.,al 2013). Metodologi hybrida dapat digunakan untuk mengatasi

permasalahan tersebut, dengan mengintegrasikan dua atau lebih pembangkit listrik yang

menggunakan sumber energi berbeda untuk mengurangi kekurangan satu sama lain. yang

dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembangkit listrik sehingga mampu memenuhi

supply yang dibutuhkan (Saodah dan Hariyanto, 2019). Contohnya adalah kombinasi antara

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB),

yang disebut sebagai Hybrid PV-Bayu. Dalam sistem ini, turbin angin akan menggerakkan

pembangkit listrik saat angin bertiup kencang. Sebaliknya, jika angin bertiup perlahan dan

matahari bersinar terang, panel surya akan mengambil alih tugas tersebut. Namun, pada

kondisi di mana matahari bersinar terang dan angin bertiup kencang, pembangkit listrik akan

dioperasikan oleh keduanya, yaitu panel surya dan turbin angin (Pratama, 2021).

Berdasarkan hasil observasi dan studi pustaka peneliti terhadap kondisi lalu lintas di

jalan pantura khususnya Semarang-Demak menunjukan kemacetan akibat kurangnya

informasi kondisi lalu lintas pantura dan banjir rob secara real-time dan tingkat kecelakaan

yang tinggi yang disebabkan oleh kurangnya penerangan jalan umum pada area jalan pantura.

dengan begitu, kami dari tim krenova MAN Demak mengembangkan “Smart street

lighting’ yang dapat memonitoring kepadatan lalu-lintas dan banjir rob secara real-time melalui

kamera dan sensor berbasis IoT yang dapat diakses secara fleksibel melalui website.

Teknologi ini dapat menerangi jalur pantura secara otomatis dengan sensor cahaya untuk

meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Alat ini juga dilengkapi dengan sistem monitoring

kualitas udara. yang ditenagai oleh pembangkit hybrid PV-Bayu yang memungkinkan

pengoptimalan penggunaan energi terbarukan di jalan pantura Semarang-Demak.

Inovasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan transportasi orang maupun barang

terutama pada rute Semarang-Demak melalui Monitoring kemacetan dan banjir rob secara

real-time. serta, penggunaan PV-Bayu dih

Nama :
Alamat :
No. Telepon :