Lunaxfarm merupakan inovasi di bidang pertanian modern yang berfokus pada pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai guna tinggi berupa pupuk organik cair (POC) dan dolomit. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas permasalahan limbah yang belum termanfaatkan secara optimal serta tingginya biaya produksi yang dihadapi petani.
Dengan memanfaatkan bahan baku limbah dan sistem produksi yang efisien, Lunaxfarm mampu menghasilkan produk pupuk dengan biaya rendah namun tetap berkualitas. Selain itu, sistem distribusi langsung kepada petani membuat harga produk lebih terjangkau dan mudah diakses.
Secara ekonomi, Lunaxfarm memiliki potensi keuntungan yang tinggi dengan modal awal yang relatif kecil serta waktu balik modal yang cepat. Dari sisi lingkungan, inovasi ini berkontribusi dalam mengurangi limbah dan mendukung konsep ekonomi sirkular.
Dengan demikian, Lunaxfarm tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.
Kecamatan Kedungwuni merupakan salah satu kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Pekalongan yang mencapai 100.796 jiwa berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan. Tentu saja jumlah penduduk tersebut dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan jika dapat dikelola dengan baik seperti munculnya kemandirian ekonomi warga Kecamatan Kedungwuni dibidang konveksi dan perdagangan. Namun demikian hal tersebut juga dapat menimbulkan permasalahan manakala minimnya kesadaran warga kedungwuni terhadap pengelolan lingkungan khususnya sampah rumah tangga. Peningkatan sampah rumah tangga di Kedungwuni juga terjadi karena meningkatnya konsumsi pangan warga Kedungwuni seiring dengan menjamurnya warung makan baik itu disentra kuliner seperti Taman Bebekan Alun-Alun Kedungwuni maupun disepanjang jalan raya Kedungwuni baik itu warung makan permanen maupun pedagnag kaki lima yang tentu saja menghasilkan sampah berupa plastik, kertas (an-organik), daun dan sisa makanan (organik) yang pada tahun 2021 total timbunan sampah berdasarakan data dari Dinas Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) mencapai 438 Ton setiap harinya. Tentu saja hal sederhana yang dapat kami lakukan sebagai pelajar sekolah dan generasi pemuda-pemudi milenial di Kabupaten Pekalongan adalah mencoba untuk memanfaatkan sampah organik dari dapur rumah tangga menjadi Pupuk Organic Cair (POC) karena trend sampah di Indonesia berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022 terbanyak adalah sampah organik mencapai 40,2 % dari keseluruhan sampah. Sudah saatnya sampah dari dapur rumah tangga di Kedungwuni seperti : sisa makanan, sayuran, buah-buahan serta dedaunan yang dihasilkan dari rumah tangga, pedagang kaki lima dan pertokoan dapat diatasi dan dikelola dengan baik. Selama ini sampah organik tersebut hanya dibuang begitu saja menjadi timbunan sampah yang menyebabkan bau busuk gas metana yang mencemari udara. Diharapkan dengan adanya upaya untuk memanfaatkan sampah organik dari dapur rumah tangga menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan dengan biaya terjangkau beserta standar mutu yang terjaga dapat menjadikan lingkungan perumahan, perkampungan dan pedesaan di Kecamatan Kedungwuni manjadi pendorong tumbuhnya gerakan apotik hijau untuk menanam tanaman obat di pekarangan rumah seperti daun sirih, kumis kucing, jahe, lidah buaya maupun tanaman sayuran seperti cabe, bayam, tomat, terong dan lain-lain untuk menyangga dan mewujudkan kedaulatan pangan dari rumah tangga di Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang kita cintai.
Keunggulan inovasi Lunaxfarm terletak pada pemanfaatan limbah sebagai bahan baku utama yang diolah menjadi pupuk organik cair dan dolomit bernilai tinggi melalui proses yang efisien dan ramah lingkungan. Sistem yang diterapkan tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga menciptakan model distribusi langsung kepada petani, sehingga lebih efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, Lunaxfarm mengusung konsep ekonomi sirkular dengan mengintegrasikan pengolahan limbah, produksi, hingga pemanfaatan oleh petani dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Inovasi ini juga didukung dengan pendekatan praktis dan mudah diterapkan di lapangan, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara luas.
| Nama | : | RANGGA MANDALA SYAHPUTRA |
| Alamat | : | JALAN ARJUNA, GRIYA SATRIA, KEDUNGWUNI, KAB. PEKALONGAN |
| No. Telepon | : | 087732561469 |