AGRO-PRES: SMART PEST REPELLENT SYSTEM BERBASIS IoT DENGAN TEKNOLOGI ULTRASONIK DAN UP TRAP UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN MODERN BERKELANJUTAN

Pertanian padi merupakan sektor penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, namun hingga saat ini masih menghadapi permasalahan serius berupa serangan hama seperti burung pipit, tikus sawah, dan wereng yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan. Pengendalian hama yang dilakukan petani umumnya masih menggunakan metode konvensional dan pestisida kimia secara berlebihan, yang kurang efektif dalam jangka panjang serta berpotensi mencemari lingkungan. Selain itu, keterbatasan pengawasan lahan selama 24 jam dan lokasi persawahan yang jauh dari jaringan listrik menjadi kendala dalam penerapan teknologi modern.

Berdasarkan permasalahan tersebut, dikembangkan inovasi AGRO-PRES (Smart Pest Repellent System), yaitu sistem prapengendalian hama tanaman padi berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan gelombang ultrasonik, UV trap, panel surya, serta sistem monitoring digital. AGRO-PRES bekerja otomatis dengan mode siang dan malam, di mana gelombang ultrasonik digunakan untuk mengusir burung dan tikus pada siang hari, sedangkan UV trap berfungsi mengendalikan wereng dan serangga kecil pada malam hari. Panel surya digunakan sebagai sumber energi utama sehingga alat dapat beroperasi mandiri tanpa bergantung pada listrik PLN.

Sebagai keterbaruan, AGRO-PRES dilengkapi sistem keamanan fisik dan digital berupa pondasi cor permanen, rangka baja, GPS tracker, serta notifikasi WhatsApp sebagai sistem peringatan dini. GPS tracker memungkinkan pengguna mengetahui titik lokasi terakhir alat apabila terjadi perpindahan atau alat kehilangan daya, sedangkan notifikasi WhatsApp dikirim ketika terdeteksi perpindahan alat, daya terputus, atau alat tidak aktif. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa AGRO-PRES mampu menurunkan populasi hama secara signifikan dan berpotensi menjadi solusi pengendalian hama yang efektif, aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan

Padi adalah denyut nadi ketahanan pangan kita, namun para petani di lapangan masih terus dihantui ancaman gagal panen. Serangan hama seperti burung pipit, tikus sawah, hingga wereng tak jarang membuat hasil panen mereka menyusut drastis dan berujung pada kerugian ekonomi. Selama ini, upaya penyelamatan yang umum dipakai masih sebatas memasang orang-orangan sawah, membuat suara bising, atau mengambil jalan pintas dengan menyemprotkan pestisida kimia secara berlebihan. Sayangnya, cara-cara konvensional ini tak lagi efektif karena hama semakin kebal, belum lagi risiko pencemaran lingkungan dan bahaya kesehatan yang mengintai. Di saat yang sama, para petani juga dihadapkan pada realita yang sulit: mereka tak mungkin berjaga di sawah 24 jam penuh, sementara ketersediaan akses listrik di area persawahan pun seringkali tidak ada.

Berangkat dari kegelisahan itulah, inovasi AGRO-PRES lahir sebagai sebuah terobosan cerdas. Sistem prapengendalian hama berbasis Internet of Things (IoT) ini dirancang untuk "menggantikan" petani berjaga di sawah selama 24 jam penuh secara otomatis. Cara kerjanya disesuaikan dengan waktu: pada siang hari, alat ini memancarkan gelombang ultrasonik untuk menghalau burung dan tikus, sedangkan di malam hari, UV trap akan mengambil alih untuk menangkap wereng dan serangga. Karena persawahan sangat minim listrik, AGRO-PRES sepenuhnya ditenagai oleh panel surya agar bisa beroperasi secara mandiri. Menyadari bahwa meletakkan alat canggih di tengah sawah terbuka sangat rawan pencurian, AGRO-PRES dibentengi dengan keamanan fisik berupa pondasi cor permanen dan rangka baja. Pengamanan ini turut dikawal secara digital oleh GPS tracker dan sistem notifikasi WhatsApp yang akan langsung mengirimkan peringatan ke ponsel petani jika alat tersebut mati, kehilangan daya, atau ada indikasi perpindahan paksa.

Perjalanan AGRO-PRES tak hanya berhenti di atas kertas, melainkan sudah diwujudkan dalam bentuk prototipe fungsional yang benar-benar terjun ke lapangan. Ketangguhan alat ini telah diuji langsung di area persawahan seluas kurang lebih 10.000 m² selama tujuh hari berturut-turut. Hasilnya sangat menjanjikan: sistem terbukti stabil, sanggup menekan populasi hama secara signifikan, dan yang terpenting, bisa beroperasi mandiri hanya dengan mengandalkan energi matahari. Dalam proses pengembangannya, penambahan fitur keamanan ganda (GPS tracker dan peringatan WhatsApp) yang disematkan terbukti menjadi kunci krusial untuk menjawab kekhawatiran terbesar petani akan keamanan alat di ruang terbuka. Melalui serangkaian uji coba ini, AGRO-PRES telah membuktikan kelayakan fungsi dan teknisnya, membawa harapan baru bagi terwujudnya sistem pertanian yang lebih modern, aman, dan berkelanjutan.

Kalau kita perhatikan, alat-alat pengusir hama yang ada selama ini umumnya cuma fokus pada satu hal saja, yaitu cara membasmi hamanya. AGRO-PRES kami rancang dengan cara kerja yang berbeda. Pembaharuan pertama yang kami bawa adalah sistem yang bisa "berpikir" dan menyesuaikan diri dengan waktu secara otomatis selama 24 jam penuh. Petani tidak perlu lagi repot bolak-balik sawah. Saat siang hari, alat ini akan fokus memancarkan gelombang ultrasonik untuk membuat burung pipit dan tikus menjauh. Begitu matahari terbenam, sistemnya otomatis berganti tugas menyalakan UV trap untuk menjebak wereng dan serangga malam. Karena alat ini murni bertenaga panel surya, operasionalnya jadi sangat mandiri tanpa butuh sambungan listrik PLN sama sekali.

Tapi, keunggulan yang paling membedakan AGRO-PRES dari penemuan sejenis justru ada pada sistem keamanannya. Kami menyadari sebuah realita di lapangan: secanggih apa pun alatnya, kalau ditaruh di tengah sawah yang sepi, pasti sangat rawan dicuri atau dibongkar orang. Banyak inovasi pendahulu yang luput memikirkan celah ini.

Oleh karena itu, kami merancang AGRO-PRES dengan perlindungan ganda yang sangat ketat. Secara fisik, tiang alat ini tidak sekadar ditancapkan ke tanah, melainkan dikunci menggunakan pondasi cor permanen dan pelindung rangka baja. Artinya, butuh usaha ekstra keras kalau ada orang jahat yang mau mencabut alat ini.

Tidak cukup sampai di situ, kami juga menanamkan pelacak GPS dan sistem alarm yang langsung terhubung ke WhatsApp. Jadi, seandainya ada yang nekat menggeser posisi alat, memutus kabel daya, atau jika alat tiba-tiba mati, detik itu juga sistem akan mengirimkan pesan peringatan bahaya ke ponsel petani. Petani juga bisa langsung melacak di mana titik lokasi terakhir alat tersebut berada. Kombinasi perlindungan hama yang efektif sekaligus "satpam digital" anti-maling inilah yang membuat AGRO-PRES selangkah lebih maju dan jauh lebih aman untuk diterapkan di persawahan terbuka.

Nama : Muhammad Afrand Mahdy Zain
Alamat : Jl. Raya Tahunan Batealit, Bawu rt 42/rw 08, Batealit, Kabupaten Jepara
No. Telepon : 0895320994467