Sampah merupakan salah satu permasalahan yang sering kita temui di lingkungan masyarakat. Pengumpulan sampah terjadi di beberapa tempat yang tidak tepat, yang dapat menimbulkan permasalahan di masyarakat. Permasalahan ini semakin kompleks ketika dihadapkan pada kelompok inklusif. Sering kali fasilitas vital seperti tempat sampah publik dirancang tanpa mempertimbangkan prinsip Aksesibilitas Universal (Universal Design). Keterbatasan gerak membuat mereka kesulitan mencapai lubang sampah, atau bahkan mengidentifikasi kategori pemilahan sampah. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam sistem kebersihan salah satunya adalah membuat tempat sampah otomatis agar lebih efisien dan efektif dalam penggunaannya dan mendukung inklusivitas. Penelitian ini berfokus mengembangkan BoBin inovasi tempat sampah pintar interaktif berbasis IoT untuk mendukung inklusivitas yang tidak hanya cerdas dalam manajemen volume sampah, tetapi juga ramah pengguna bagi individu dengan keterbatasan gerak seperti lansia dan penyandang disabilitas yang dilengkapi dengan roda yang dapat bergerak menuju pengguna dan menjangkau beberapa tempat. Peneliti berfokus pada perancangan dan pemodelan sistem informasi baru yang inovatif, yaitu BoBin: Tempat Sampah Pintar Interaktif Berbasis IoT untuk Mendukung Inklusivitas. Inovasi BoBin sebagai solusi cerdas dan inklusif yang dapat menerapkan pemilahan otomatis dan transmisi data kapasitas real-time. Fitur audio dan akses tanpa sentuh secara signifikan meningkatkan kemandirian pengguna inklusif, dan integrasi solar panel memvalidasi operasi mandiri energi.
Sampah merupakan salah satu permasalahan yang sering kita temui di lingkungan masyarakat. Salah satu faktor penyebab terjadinya penumpukan sampah adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Pengumpulan sampah terjadi di beberapa tempat yang tidak tepat, yang dapat menimbulkan permasalahan di masyarakat (Lingga, et al., 2024). Penumpukan sampah yang tidak terkontrol dapat mengarah pada peningkatan penyakit dan ancaman terhadap kesehatan manusia (Sulistina Erine, 2023). Seiring dengan peningkatan aktivitas manusia, timbulan sampah mengalami peningkatan pula. Setiap individu, tanpa terkecuali, adalah kontributor aktif terhadap volume sampah harian. Permasalahan ini semakin kompleks ketika dihadapkan pada kelompok inklusif, seperti penyandang disabilitas dan lansia. Sering kali fasilitas vital seperti tempat sampah publik dirancang tanpa mempertimbangkan prinsip Aksesibilitas Universal (GDI Hub, 2022). Menurut Story (2001) standar aksesibilitas haruslah memiliki prinsip-prinsip seperti bisa diakses oleh semua jenis pengguna; fleksibel dan mudah digunakan; ukuran ruang yang sesuai sehingga mengurangi usaha fisik, dan lain-lain. Fasilitas tempat sampah konvensional yang tidak dirancang untuk mereka, menciptakan hambatan serius. Keterbatasan gerak membuat mereka kesulitan mencapai lubang sampah, atau bahkan mengidentifikasi kategori pemilahan sampah. Selain menyebabkan pencemaran lingkungan, sampah juga berpotensi mengakibatkan gangguan secara langsung yang dirasakan oleh tubuh seperti bau busuk yang menyengat. Keberadaan sampah yang tidak tertangani menimbulkan berbagai jenis
penyakit dan kuman yang berbahaya bagi kesehatan dan kelangsungan hidup masyarakat seperti penyakit flu, batuk, infeksi, serta demam berdarah (Fadzoli, 2023).
Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam sistem kebersihan salah satunya adalah membuat kotak sampah otomatis agar lebih efisien dan efektif dalam penggunaannya, mampu membantu proses pemilahan sampah secara mudah, serta mendukung inklusivitas. Dengan memanfaatkan teknologi dalam sistem pengontrolan sehingga dapat memudahkan dalam penggunaannya. Pada saat ini perkembangan kemajuan teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat, salah satu kemajuan yang bisa dirasakan adalah di bidang Internet of Things (IoT). Dalam konteks pengelolaan sampah, implementasi loT menawarkan potensi besar untuk mengubah pendekatan tradisional menjadi sistem yang lebih cerdas, responsif, dan efisien (Sharma et al, 2024). Tidak hanya itu, perancangan BoBin juga akan terhubung dengan Internet of Things sehingga mempermudah pengelolaan sampah dalam memantau kondisi kapasitas tempat sampah (Prayogi, Silviana, et al, 2023). Perancangan BoBin juga memperhatikan aspek inklusivitas dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kami mengembangkan BoBin inovasi tempat sampah pintar interaktif berbasis IoT untuk mendukung inklusivitas yang tidak hanya cerdas dalam manajemen volume sampah, tetapi juga ramah pengguna bagi individu dengan keterbatasan gerak seperti lansia dan penyandang disabilitas yang dilengkapi dengan roda yang dapat bergerak menuju pengguna dan menjangkau beberapa tempat. Inovasi BoBin disertai dengan fitur-fitur di antaranya fitur roda, pemilahan sampah organik dan anorganik secara otomatis, notifikasi suara, pemantauan kapasitas real-time, layar LED interaktif, solar panel, serta kemudahan akses melalui smartphone untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi pengguna. Inovasi ini diharapkan mampu menyediakan solusi holistik untuk masalah kebersihan dan aksesibilitas dalam masyarakat.
| Nama | : | Fauziah Nana Gunawan |
| Alamat | : | Jl. Raya Kelet - Jepara Km. 35, Desa Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kode Pos 59454 |
| No. Telepon | : | 085293511176 |