Sampah plastik yang terus meningkat dan kebutuhan energi alternatif yang terjangkau menjadi dua isu mendesak di masyarakat. Kedua masalah ini jarang dipadukan dalam satu solusi yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan. Berangkat dari kondisi tersebut, inovasi MART Kinetic Pavement dikembangkan sebagai paving modular berbahan plastik daur ulang yang mampu menghasilkan energi dari tekanan langkah kaki, sekaligus menawarkan jalur kabel listrik yang aman dan rapi.Permasalahan utama yang ditangani inovasi ini adalah tingginya volume sampah plastik yang belum tertangani, ketergantungan pada listrik PLN di ruang publik, serta infrastruktur penerangan yang mahal dan tidak efisien. Selain itu, banyak area sekolah, desa, dan UMKM mengalami keterbatasan energi serta tata kabel yang semrawut dan berbahaya. Inovasi ini dirancang untuk menjawab masalah tersebut dengan pendekatan sederhana, hemat biaya, dan mudah direplikasi.Metode inovasi meliputi pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan dasar pembuatan paving block, proses pemanasan dan cetak ulang, serta integrasi modul piezoelectric untuk menangkap energi tekanan. Sistem ini dilengkapi jalur kabel internal yang aman, serta modul penyimpanan energi berdaya rendah. Prototipe dibuat dalam bentuk modular sehingga bisa diuji, dikembangkan, dan dipasang di berbagai lokasi.Hasil inovasi menunjukkan bahwa paving plastik daur ulang memiliki kekuatan struktural yang baik, lebih ringan, dan mendukung pengurangan sampah. Energi yang dihasilkan dari tekanan dapat digunakan untuk penerangan LED, display edukasi, atau perangkat IoT skala kecil. Dampak utamanya adalah terciptanya infrastruktur ramah lingkungan yang murah, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran sekolah/masyarakat dalam inovasi energi bersih dan ekonomi sirkular.
Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan terbesar yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia, dengan sekitar 9,8 juta ton sampah plastik diproduksi setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sebagian besar plastik tidak terkelola dengan baik dan berakhir di tempat-tempat terbuka, seperti sungai dan lahan terbuka, yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Plastik yang membutuhkan ratusan tahun untuk terurai berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan yang berdampak pada kualitas tanah, air, dan udara.. Pada saat yang sama, kebutuhan energi di ruang public seperti penerangan jalan, area sekolah, fasilitas umum, serta UMKM semakin meningkat. Banyak daerah masih mengandalkan pasokan listrik PLN yang tidak selalu stabil, sementara biaya pemasangan dan perawatan infrastruktur energi konvensional relatif mahal. Selain itu, kabel listrik yang melintang sembarangan menimbulkan risiko keselamatan dan memperburuk estetika lingkungan.Melihat kondisi tersebut, masyarakat membutuhkan solusi yang ramah lingkungan, murah, aman, dan mudah diterapkan, sekaligus mampu mengurangi sampah plastik dan menyediakan alternatif energi terbarukan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, dikembangkanlah MART (Modular Alternative Renewable Tile) Kinetic Pavement, sebuah inovasi paving modular berbahan limbah plastik daur ulang yang mampu menghasilkan energi dari tekanan langkah kaki dan dilengkapi jalur penataan kabel terintegrasi. Inovasi ini menggabungkan pengelolaan sampah plastik, teknologi energi mikro, dan desain infrastruktur yang aman dalam satu produk yang kompak dan efisien.Sejarah pengembangan inovasi ini berawal dari pengamatan terhadap banyaknya sampah plastik di lingkungan sekolah dan desa, serta minimnya media pembelajaran yang memperkenalkan energi alternatif secara langsung kepada siswa. Ide awalnya adalah membuat paving edukatif yang bisa menyalakan LED melalui tekanan langkah kaki. Setelah dilakukan eksplorasi lebih lanjut, muncul gagasan untuk memanfaatkan plastik daur ulang sebagai material utama paving, sekaligus memasukkan modul piezoelectric dan jalur kabel rapi agar fungsinya lebih luas. Proses pengembangan dilakukan melalui tahap studi materi paving plastik-sand, uji cetak, integrasi elektronik, hingga menghasilkan prototipe modular yang siap diterapkan pada skala kecil maupun diperluas ke skala desa/UMKM.Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya menawarkan solusi lingkungan dan energi, tetapi juga memberi nilai tambah pendidikan, ekonomi sirkular, dan keamanan infrastruktur masyarakat.
SMART Kinetic Pavement menjadi solusi inovatif yang tidak hanya mengatasi masalah sampah plastik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan dan berbasis energi terbarukan. Inovasi ini sangat relevan dengan isu-isu energi masa depan yang berfokus pada keberlanjutan dan efisiensi sumber daya.
| Nama | : | Muhammad Rizqu Alvaro |
| Alamat | : | Jl Ratu Kalinyamat No.1 Jepara |
| No. Telepon | : | 08813769203 |