Rice Guard: Implementasi Alat Pengering Padi Otomatis Berbasis Energi Surya

Penelitian ini dilakukan karena didasari oleh kasus masalah petani yang terkendala dalam pengeringan padi (gabah) pascapanen akibat cuaca yang tidak menentu, kualitas padi yang menurun dan berdampak pada harga jual beras. Inovasi penelitian ini bertujuan untuk membantu petani dalam proses pascapanen padi berbasis energi ramah lingkungan. Sebagian petani di Kabupaten Jepara masih mengeringkan padi secara manual, yaitu dengan cara dijemur di bawah sinar matahari langsung di tempat-tempat lapang, seperti halaman rumah, lapangan, dan pinggir jalan. Cara ini membuat padi lumayan lama kering dan juga harus dijaga dari hewan-hewan pengganggu. Berdasarkan permasalahan tersebut, kami berinovasi untuk membuat alat yang dapat membantu para petani dalam meningkatkan efisiensi pengeringan padi, mempercepat pengeringan padi, memilah padi yang berisi dan padi yang kosong, dan tidak usah khawatir tentang gangguan hewan (meminimalisir penurunan kualitas padi). Inovasi ini diberi nama Rice Guard, alat pengering padi otomatis yang menggunakan tenaga panel surya, kipas otomatis disertai alat sensor suhu. Rice Guard ini bekerja dengan cara memanfaatkan energi matahari yang nantinya diubah menjadi listrik melalui panel surya dengan proses efek fotovoltaik.

Padi merupakan salah satu tanaman yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Tidak bisa dipungkiri tanaman pangan padi merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia, sehingga menjadikan kebutuhan primer di beberapa negara (Sahri, 2022). Hampir setiap daerah punya cerita sendiri soal bagaimana mereka menanam dan menjaga padi sampai akhirnya jadi beras yang kita makan sehari-hari, termasuk daerah-daerah seperti Jepara. Padi bukan hanya komoditas tani, tapi juga bagian dari ritme hidup. Orang terbiasa melihat sawah dari kecil, ikut panen, atau minimal bantu jemur padi (gabah) di halaman rumah.

Banyak warga di wilayah daerah sekitar Jepara yang masih bekerja sebagai petani padi. Proses pengeringan padi di sebagian besar penduduk wilayah masih memakai cara tradisional. Padi dijemur di halaman rumah, di pinggir jalan, atau di tanah lapang. Cara ini sebenarnya sudah dilakukan bertahun-tahun dan dianggap paling praktis. Cuaca yang makin tidak menentu membuat cara tersebut mulai menimbulkan banyak masalah. Menurut penelitian Hosen et al. (2017), perubahan iklim telah memberikan dampak yang signifikan pada pertanian, termasuk pertanian padi di daerah tropis.

Perubahan iklim global telah menjadi faktor penentu dalam meningkatnya fluktuasi ekstrem dalam pola cuaca. Dampaknya sangat dirasakan oleh sektor pertanian padi sebagai salah satu yang paling terpengaruh (Nur hidayat et al., 2024). Padi bisa mengering lebih lama dari biasanya karena matahari sering muncul sebentar lalu hilang lagi. Petani jadi tidak bisa memperkirakan kapan padi benar-benar siap disimpan. Padi yang belum kering sempurna sering menurun kualitasnya. Padi lebih mudah berjamur dan kadar airnya sulit dikendalikan.

Beberapa faktor seperti kurangnya pengetahuan tentang cara mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan penggunaan pupuk, benih, serta pestisida yang tidak optimal menyebabkan penyebab utama penurunan hasil pertanian (Angel et al. 2025). Harga jual gabah ikut terpengaruh karena pedagang biasanya menilai kualitas dari kadar air dan tampilan padi. Menurut Ananda (2026), faktor yang mempengaruhi produksi padi meliputi faktor produksi alam, sumber daya modal, lahan, dan teknologi. Risiko gangguan dari hama juga besar, seperti burung, ayam, dan serangga sering memakan sebagian padi yang dijemur. Debu dari jalan atau angin juga menempel. Petani harus menjaga jemuran hampir sepanjang hari, jadi waktu mereka banyak habis untuk menunggu padi kering.

Kondisi seperti itu menimbulkan kebutuhan menciptakan alat  bantu proses pengering padi. Inovasi membuat Rice Guard muncul dari pengamatan terhadap kebiasaan petani di daerah dekitar. Ada kebutuhan alat sederhana yang dapat bekerja tanpa terlalu banyak diawasi. Energi surya dipilih karena mudah didapat dan tidak menambah biaya listrik. Ruang pengering tertutup membantu padi tetap bersih. Suhu di dalam alat juga bisa lebih terkontrol sehingga proses pengeringan berjalan lebih stabil daripada dijemur langsung di tanah. Inovasi ini bukan sekedar untuk menggantikan cara lama sepenuhnya. Tujuannya lebih seperti membantu ketika kondisi tidak mendukung atau saat petani ingin menjaga kualitas padi agar tetap baik. Alat ini tetap sederhana sehingga mudah dirawat oleh warga desa. Petani yang sibuk bekerja di sawah bisa merasa lebih tenang karena padi tidak perlu dijaga terus-menerus.

Rice Guard merupakan suatu solusi yang mampu mendukung program Swasembada pangan yang dilaksanakan sesuai komitmen presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ketahanan pangan nasional. “Masalah pangan adalah masalah kedaulatan, masalah pangan Adalah masalah kemerdekaan, masalah pangan adalah masalah survival kita sebagai bangsa. Jika kita ingin menjadi negara maju, pangan harus aman dulu” pernyataan yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo saat mengikuti rapat di Kementerian Pertanian pada hari Senin 3 Februari 2025. Hal ini merupakan Langkah-langkah strategis yang matang untuk Indonesia semakin dekat dengan pencapaian swasembada beras.

Berdasarkan pemaparan di atas, penelitian ini dilakukan agar dapat melihat inovasi Rice Guard ini benar-benar memberikan perubahan yang berarti bagi proses pengeringan padi yang lebih efektif dan efisien, dapat meningkatkan kualitas gabah, meningkatin harga jual gabah serta mengurangi kerugian akibat cuaca dan hama. Alat ini diharapkan juga dapat digunakan secara berkala, diproduksi secara masal dan memberikan manfaat bagi petani yang berada di wilayah daerah Jepara maupun sekitarnya.

Keunggulan dari inovasi Rice Guard ini terletak pada penggunaan energi surya sebagai sumber energi utama dalam proses pengeringan, sehingga pemanfaatan sinar matahari bisa lebih optimal dan tidak terbuang percuma seperti pada penjemuran biasa. Dengan mengandalkan tenaga surya, alat ini dapat mengurangi penggunaan listrik dan lebih hemat biaya,alat ini memiliki ruang pengering tertutup yang membuat gabah tetap bersih dari debu, kotoran, dan gangguan hama seperti burung atau serangga. Proses pengeringan juga menjadi lebih terkontrol dan tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca, sehingga kualitas gabah dapat lebih terjaga. Desain alat yang sederhana membuat Rice Guard mudah digunakan dan dirawat oleh petani, serta tidak memerlukan pengawasan terus-menerus seperti metode penjemuran tradisional, sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga petani.

Nama : Malida Research
Alamat : Jl. Raya Bugel, Desa Bugel Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara
No. Telepon : 085729836995