STOVIX: PENGAMAN OTOMATIS KOMPOR GAS LPG DUA TUNGKU BERBASIS IOT SEBAGAI PENCEGAH KEBAKARAN

Kebakaran rumah tangga akibat kelalaian penggunaan kompor gas LPG masih sering terjadi dan menimbulkan kerugian besar. Salah satu contoh nyata terjadi di Kabupaten Jepara pada tahun 2025 dengan kerugian mencapai Rp 2,2 miliar akibat ledakan kompor gas. Kondisi ini menunjukkan perlunya solusi pengaman yang praktis, terjangkau, dan mudah digunakan. Penelitian ini memperkenalkan STOVIX, yaitu pengaman otomatis kompor gas LPG dua tungku berbasis Internet of Things yang dirancang untuk mencegah kebakaran sejak dini. STOVIX bekerja melalui dua mode, yaitu mode pemantauan dan mode pengendalian. Sistem memantau status kompor, keberadaan orang, kondisi api, sisa gas, serta status keamanan secara real time melalui aplikasi dan LCD. Pada kondisi berbahaya, sistem secara otomatis menutup aliran gas menggunakan solenoid valve dan mengaktifkan alarm. Pengguna juga dapat mengendalikan kompor, timer, dan alarm melalui aplikasi berbasis IoT. Prototype STOVIX telah diuji di tiga lokasi berbeda, yaitu dapur sekolah dan dua dapur rumah tangga. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur utama mencapai tingkat keberhasilan tertinggi dengan waktu respons 0 hingga 5 detik. Wawancara pengguna menunjukkan peningkatan rasa aman saat memasak, dengan beberapa masukan terkait kerapian kabel dan kestabilan jaringan. Dengan harga rencana Rp 900.000,00 STOVIX mampu mencegah potensi kerugian yang jauh lebih besar akibat kebakaran. STOVIX menjadi solusi keamanan dapur yang aplikatif, efisien, dan berpotensi dikembangkan ke skala komersial serta integrasi rumah pintar.

Peristiwa kebakaran diawalai dengan munculnya api yang membara dan tidak dapat dipadamkan atau dikendalikan sehingga mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. World Fire Statistic Report (NFPA) menyatakan bahwa 7-8 juta jiwa di dunia dilaporkan pernah mengalami kejadian kebakaran dan 5-8 juta jiwa mengalami kecelakaan akibat kebakaran. Hal ini juga baru saja terjadi di Kabupaten Jepara yaitu pada area parkir sepeda motor di sekitar kawasan PT Hwa Seung Indonesia, tepatnya di Desa Gemulung RT 2/ RW 1, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara pada Mei 2025. Kebakaran ini disebabkan oleh ledakan kompor di warung makan milik warga setempat karena lupa, hal sepele ini menyebabkan 152 motor hangus terbakar dengan estimasi kerugian mencapai Rp 2,2 miliar. Hal ini membuktikan seberapa besar pengaruh kebakaran dari hal sepele seperti kompor gas LPG.

Berdasarkan penelitian Rahayu, F., & Satria, D. (2025) menggunakan metode HAZOP ditemukan bahwa kompor gas merupakan penyebab kebakaran terbesar kedua setelah konsleting listrik. Hal ini membuktikan bahwa kelalaian dalam penggunaan kompor gas LPG berpotensi besar dalam menyebabkan kebakaran sehingga harus segera diatasi dan dicegah.


Pada saat ini semakin banyak hal yang terkoneksi dengan internet situasi itu tersebut dikenal sebagai Internet of Things/IoT. Pesatnya perkembangan teknologi IoT dalam waktu dekat IoT akan menjadi sangat umum dan lumrah digunakan pada masa depan nanti. Karena saat ini banyak permintaan pengembangan aplikasi internet yang sangat tinggi dan IoT adalah teknologi utama yang di gunakan untuk dapat membuat berbagai aplikasi tersebut. Dengan IoT jugalah kegiatan masyarakat akan semakin dimudahkan.
Dari hal-hal inilah kami terinspirasi untuk menciptakan sebuah inovasi yang kami beri nama STOVIX: Pengaman Otomatis Kompor Gas LPG Dua Tungku Berbasis IoT sebagai Pencegah Kebakaran. Meskipun sudah terdapat penelitian serupa namun kami menemukan celah yaitu skala ruang lingkup dan kemudahan akses pengguna. Maka dari itu, kami menutup celah tersebut dengan menambahkan fitur-fitur baru serta mengganti sensor terdahulu dengan sensor yang lebih efisien. Maka dari itu, inovasi kami yaitu “STOVIX” terdiri dari dua mode yaitu mode pemantauan dimana pengguna hanya dapat memantau keadaan kompor tanpa dapat mengendalikannya, mode ini terdiri dari fitur pemantau kompor gas sedang menyala atau tidak, pemantau keberadaan orang, pemantau keaadaan api, pemantau indikator sisa gas yang tersisa, pemantau status keamanan kompor pengguna dan pemantau status timer kompor. Dalam mode pengendalian pengguna dapat mengendalikan kompor mereka melalui aplikasi dengan fitur yang dapat dikendalikan yaitu pengendalian control otomatis, pengendalian alarm, pengendalian dalam mematikan kompor, pengendalian timer kompor, pengendalian dalam fleksibilitas jenis gas serta apabila gas diganti. Semua fitur yang kami tawarkan sudah berbasis IoT yang telah tersambung ke gawai masing-masing pengguna secara realtime melalui sebuah aplikasi. Inovasi kami bersifat fleksibel bagi jenis kompor gas LPG model apapun baik satu tungku, dua tungku hingga empat tungku sehingga mampu beradaptasi dengan pengguna, namun kami lebih berfokus pada kompor gas LPG dua tungku yang mayoritas digunakan dalam kegiatan rumah tangga. Dengan inovasi ini, kami yakin “STOVIX” dapat mengurangi resiko kebakaran di lingkungan rumah tangga dan menciptakan kompor konvensional gas LPG yang lebih aman.

STOVIX dibuat dengan berbagai aspek tujuan. Aspek pertama yaitu dalam bidang sosial, STOVIX dibuat agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menggunakan kompor gas LPG dua tungku di saat berbagai rumor tentang ketidakselamatannya. Aspek selanjutnya yaitu dalam bidang ekonomi, STOVIX diperjual-belikan dengan harga Rp 360 ribu rupiah, dengan nominal tersebut pengguna dapat mencegah kebakaran yang bisa saja menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah. Aspek terakhir yaitu dalam bidang lingkungan, STOVIX mengurangi secara signifikan risiko terjadinya kebakaran yang secara tidak langsung melindungi lingkungan dari potensi terbakar. STOVIX juga memberi manfaat pada lingkungan dengan menghemat penggunaan gas LPG secara tidak langsung karena dengan STOVIX, gas LPG digunakan seefisien mungkin yang dapat menjaga ketersediaan gas LPG di alam.

STOVIX memiliki segudang keunggulan dibandingkan inovasi yang telah ada sebelumnya. Pembaruan utama yang kami berupa pengotomatisan kompor apabila tidak ada orang yang terdeteksi dalam jarak tertentu maka kompor akan otomatis mati. Selain itu, kami juga memberikan fitur timer kompor, pendeteksi api kebakaran dan pemantau seberapa banyak gas yang tersisa dengan lampu indikator 3 warna untuk melihatkan gas tersisa. Merah menunjukkan gas tersisa 0-10%, kuning menunjukkan gas tersisa 11-50% dan hijau menunjukkan 51-100%. Pantauan masih ada LCD untuk memantau timer yang ada secara langsung serta keadaan sekitar kompor dengan semua fitur tersebut dapat dikontrol secara manual maupun otomatis dengan tersambung ke sebuah aplikasi berbasis IoT dan termuat alarm keamanan sebagai bentuk fisik.


Dari segi efisiensi, STOVIX membantu pengguna dengan timer kompor yang dapat dipantau melalui LCD dan aplikasi sehingga pengguna dapat mengatur waktu memasak dan mengurangi risiko lupa mematikan kompor serta membantu dalam menghemat energi. Kontrol manual maupun otomatis berbasis aplikasi IoT menambah efesiensi terutama bagi pengguna yang sibuk dapat menghemat waktu dengan mengatur dan memantau melalui aplikasi. Dari segi efektivitas, STOVIX efektif dalam mencegah kebakaran dengan fitur api tidak normal yang secara otomatis akan mematikan kompor tersebut jika terjadi kejanggalan dan memberikan alarm peringatan. Fitur pengotomatisan apabila tidak ada orang mencegah risiko kebakaran akibat kelalaian. Dibandingkan dengan metode pengamanan manual yang sering gagal, STOVIX memberikan keamanan yang cepat dan akurat didukung oleh IoT sehingga bekerja lebih maksimal. Dari segi kepraktisan, semua fitur STOVIX dapat dikontrol melalui aplikasi berbasis IoT dengan sistem pemantauan dan pengendalian. Hal ini memungkinkan untuk dapat dikontrol dari jarak tertentu secara praktis dibandingkan metode lawas yang memerlukan pemantauan terus menerus.


STOVIX bisa dikembangkan lebih lanjut dengan menggunakan dua mikrokontroler (esp-32) yang saling terhubung satu sama lain sehingga kabel penghubung antara box utama dengan solenoid dihilangkan serta menambah box untuk selenoid valve yang berisi baterai dan kipas supaya perangkat tidak mudah panas. STOVIX juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh dengan kolaborasi sistem rumah pintar dan teknisi yang ada. STOVIX tidak hanya mengurangi risiko kebakaran, namun juga menjadi solusi yang dapat bersaing di pasar global sebagai standar baru alat rumah tangga yang vital.

Nama : Vreshita Rahmi Almira PF
Alamat : Jl. CS. Tubun 1, Jepara, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah
No. Telepon : 0895360813629