Alamkara merupakan inovasi pelindung tanaman berbasis bahan alami yang dikembangkan untuk mengatasi dampak cuaca ekstrem yang semakin meningkat. Formula utama terdiri dari rumput laut Gracilaria sp. dan gel lidah buaya (Aloe vera). Rumput laut Gracilaria sp. mengandung karagenan tinggi yang mampu membentuk lapisan biofilm alami pada permukaan daun, sedangkan gel lidah buaya kaya akan polisakarida dan aloin yang berfungsi menjaga kelembapan serta mendukung regenerasi jaringan tanaman. Proses pembuatan dilakukan melalui pencampuran ekstrak kedua bahan tersebut menjadi larutan bio-cair, dengan penambahan minyak kelapa dan minyak kedelai sebagai emulsifier alami, serta arang tempurung kelapa sebagai penetral dan penjernih.
Mekanisme kerja Alamkara meliputi pembentukan lapisan pelindung yang mampu mengurangi paparan panas berlebih, menekan laju penguapan air pada musim kemarau, serta menjaga kestabilan kelembapan daun pada kondisi lingkungan lembap untuk menghambat pertumbuhan jamur. Uji coba awal dilakukan pada tanaman , yang dikenal sensitif terhadap perubahan suhu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aplikasi Alamkara mampu mempertahankan warna hijau daun, menjaga kesegaran, serta menurunkan tingkat kelayuan dibandingkan kondisi tanpa perlakuan.
Dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang melimpah dan mudah diperoleh, Alamkara memiliki potensi sebagai solusi inovatif yang ramah lingkungan dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan. Inovasi ini juga berkontribusi dalam mendukung praktik pertanian berkelanjutan melalui penggunaan bahan alami yang aman dan mudah terurai.
Kata kunci: Gracilaria sp., Aloe vera, biofilm alami, pelindung tanaman, cuaca ekstrem, pertanian berkelanjutan.
Kabupaten Jepara merupakan salah satu daerah pesisir dengan aktivitas pertanian yang cukup tinggi, khususnya pada komoditas cabai, tomat, dan sayuran daun. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pertanian di wilayah ini menghadapi tantangan serius akibat perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi. Suhu udara yang dapat melebihi 33°C menyebabkan daun tanaman mengalami pengeringan dan luka bakar akibat paparan sinar matahari berlebih. Perubahan kondisi yang terjadi secara cepat ini berdampak pada penurunan produktivitas pertanian hingga 30–40%, sehingga meningkatkan risiko kerugian bahkan gagal panen bagi petani.
Upaya perlindungan tanaman yang dilakukan saat ini masih terbatas pada penggunaan naungan plastik atau paranet. Namun, metode tersebut belum mampu memberikan perlindungan optimal terhadap fluktuasi suhu dan kelembapan. Selain itu, penggunaannya kurang ramah lingkungan karena berpotensi menghasilkan limbah plastik dalam jumlah besar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi berbasis bahan alami lokal yang mampu memberikan perlindungan efektif terhadap tanaman tanpa menambah beban biaya produksi serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Berdasarkan permasalahan tersebut, dikembangkan inovasi Alamkara, yaitu pelindung tanaman alami berbentuk cairan semprot (bio-spray) yang terbuat dari kombinasi rumput laut Gracilaria sp. dan gel lidah buaya (Aloe vera). Rumput laut mengandung karagenan yang berfungsi membentuk lapisan pelindung (biofilm) pada permukaan daun, sedangkan lidah buaya mengandung polisakarida dan lignin yang membantu menjaga kelembapan, memperkuat jaringan tanaman, serta mempercepat pemulihan sel.
Inovasi ini bertujuan membantu petani menghadapi cuaca ekstrem melalui solusi yang murah, efektif, dan ramah lingkungan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal serta mendorong pertanian yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
| Nama | : | Bintang Azzura |
| Alamat | : | Jln Bantengan Indah Bawu Tempel Rt 23 Rw 05 Kec Batealit Kab Jepara |
| No. Telepon | : | 085727389300 |