SIPETA6050: Sistem Pendeteksi Dini Kemiringan Pohon Berbasis Sensor MPU6050 dan Arduino Uno dengan Output Alarm dan Peringatan Visual Otomatis

Abstrak

Tingginya risiko pohon tumbang di ruang terbuka hijau, khususnya di Kabupaten Pemalang, menimbulkan kekhawatiran masyarakat akibat kurangnya sistem peringatan dini yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem deteksi dini kemiringan pohon berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan sensor MPU6050 dan mikrokontroler Arduino Uno. Metode yang digunakan meliputi perancangan perangkat keras, pengkodean perangkat lunak, serta serangkaian uji coba ketepatan, ketahanan, dan fungsionalitas di lingkungan terbuka. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca sudut kemiringan secara real-time melalui tiga sumbu koordinat, serta memberikan peringatan otomatis melalui alarm dan lampu indikator saat kemiringan melebihi ambang batas. Alat ini juga menunjukkan ketahanan terhadap kondisi cuaca ekstrem, menjadikannya solusi efektif, efisien, dan aplikatif dalam upaya mitigasi bencana berbasis vegetasi. Dengan demikian, inovasi ini berpotensi menjadi prototipe teknolog ramah lingkungan yang mendukung pengelolaan ruang terbuka hijau secara preventif dan berkelanjutan.

 

Kata kunci: sistem deteksi dini, pohon tumbang, IoT, MPU6050, Arduino Uno

Kabupaten Pemalang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kabupaten Pemalang memiliki slogan yaitu Pemalang IKHLAS, dengan arti Indah, Komunikatif, Hijau, Lancar, Aman, dan Sehat. Slogan tersebut dibuktikan dengan wilayah yang cukup asri serta pembangunan yang ramah lingkungan. Ketersediaan ruang terbuka hijau di Kabupaten Pemalang turut menjadi penunjang wilayah yang asri di Kabupaten Pemalang. Rindangnya pepohonan di sepanjang jalan serta banyaknya taman yang tersedia menjadi bukti keberhasilan pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana ramah lingkungan.

Alun-alun Kabupaten Pemalang merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang terletak di pusat kota dan menjadi icon Kabupaten Pemalang (Paningkat dan Khadiyanto, 2019). Berbagai kegiatan masyarakat Kabupaten Pemalang sering kali dilaksanakan di alun-alun Kabupaten Pemalang (Paningkat dan Khadiyanto, 2019). Sayangnya, pemerintah dan masyarakat kurang memperhatikan pengelolaan ruang terbuka hijau di Kabupaten Pemalang. Hal tersebut memicu kekhawatiran masyarakat Pemalang akan bahaya robohnya pohon-pohon tua dan rindang di Kabupaten Pemalang.

Dilansir dari Tempo, pada Senin, 31 Maret 2025 kekhawatiran masyarakat Pemalang menjadi sebuah kenyataan. Sebuah insiden tragis terjadi ketika dahan pohon beringin di Alun-alun Kabupaten Pemalang tiba-tiba patah dan jatuh menimpa jamaah yang sedang melaksanakan salat Idulfitri. Peristiwa tersebut memakan 19 korban jiwa, dengan keterangan 2 korban meninggal dunia dan 17 korban luka-luka. Selain itu pada Senin, 14 April 2025, kembali terjadi peristiwa tumbangnya pohon di depan Lapangan Desa Cibelok, Kabupaten Pemalang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan kurangnya pengawasan dan pemeliharaan terhadap ruang terbuka hijau, khususnya terhadap pohon-pohon tua yang berisiko tumbang di wilayah Kabupaten Pemalang.

Menurut Ningrum (2020), kondisi pohon yang beresiko untuk tumbang antara lain adalah pohon yang sudah kering, keropos, rapuh, dan berlubang cukup besar. Posisi pohon dengan kemiringan curam beresiko tumbang mengenai warga sekitar, koleksi tumbuhan, atau pengunjung yang berada di area tersebut.

Untuk meminimalisasi terjadinya peristiwa berbahaya seperti pohon tumbang yang disebabkan oleh posisi pohon yang sudah sangat miring, diperlukan adanya inovasi yang efektif dan efisien. Melalui pemanfaatan IoT (Internet of Things) keberadaan inovasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya peristiwa pohon tumbang yang akan membahayakan masyarakat setempat, dan lingkungan Kabupaten Pemalang.

Pada penelitian ini, IoT memanfaatkan sensor MPU6050 sebagai komponen utama yang bertujuan untuk mengukur sudut kemiringan suatu pohon. Sensor ini memberikan data berupa sudut kemiringan oleh 3 sumbu yaitu sumbu X, sumbu Y, dan sumbu Z. Selanjutnya data kemiringan tersebut diproses oleh Arduino UNO sebagai otak sistem. Arduino UNO berfungsi untuk mengendalikan sistem. Data tersebut ditampilkan melalui LCD, kemudian alarm dan lampu akan aktif sebagai peringatan bahwa kemiringan sudut sudah melebihi batas.

Inovasi ini berpegang pada konsep society 5.0 yaitu konsep yang menggunakan pemanfaatan teknologi sebagai upaya penyelesaian masalah nyata di dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi tidak hanya untuk mempermudah pekerjaan, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Inovasi teknologi Internet of Things (IoT) sekaligus bagian dari upaya dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan. Pemanfaatan inovasi teknologi IoT yang menjalankan sistem secara cerdas dan efisien dapat mendorong terjadinya peningkatan produktivitas, efisiensi pelayanan publik, serta kualitas sumber daya manusia, sehingga mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju yang berdaya saing global.

Pemanfaatan teknologi IoT (Internet of Things) merupakan bentuk penyelesaian nyata terhadap permasalahan lingkungan seperti risiko pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. Selain itu, penerapan teknologi ini juga dapat meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat dengan memberikan sistem peringatan dini yang responsif, serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman. Penerapan teknologi IoT dalam permasalahan lingkungan sekitar melalui SIPETA6050 juga dapat mendeteksi potensi bahaya secara otomatis, menciptakan sistem pemantauan yang lebih mandiri, adaptif, dan efisien yang dapat terus berjalan dan berkembang dalam jangka panjang. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, tetapi juga sebagai bukti bahwa Indonesia siap menghadapi tantangan masa depan secara mandiri dan berkelanjutan.

1. Deteksi dan Peringatan Dini Berbasis Sensor MPU6050

Produk ini memanfaatkan sensor presisi untuk mendeteksi kemiringan pohon secara real-time. Ketika sudut kemiringan melewati ambang batas berbahaya, sistem akan mengaktifkan alarm dan lampu sebagai peringatan dini. Fitur ini memungkinkan pemantauan kondisi pohon secara cepat dan akurat.

2. Monitoring Langsung dan Inklusif

Dilengkapi dengan LCD dan alarm, alat ini menampilkan informasi kemiringan secara langsung di lapangan. Sistem peringatan audio-visual ini dirancang inklusif agar dapat dikenali oleh masyarakat umum termasuk penyandang disabilitas, seperti tunarungu dan tunanetra.

3. Optimalisasi Perawatan dan Mitigasi Risiko

Data kemiringan yang ditampilkan secara langsung membantu petugas menentukan waktu tepat untuk tindakan pemangkasan atau perawatan. Produk ini meminimalisasi proses pengecekan manual yang menyita waktu lebih lama, serta memungkinkan mitigasi yang lebih cepat dan tepat terhadap potensi tumbangnya pohon.

4. Desain Ramah Lingkungan dan Tahan Cuaca

Produk ini menggunakan kawat sebagai media pemasangan, sehingga tidak merusak struktur pohon dan mudah dipindahkan sesuai kebutuhan. Selain itu, seluruh komponen ditempatkan dalam wadah berbahan thinwall box yang dirancang tahan terhadap cuaca ekstrim seperti hujan, panas, dan debu, menjadikannya cocok untuk penggunaan angka panjang di ruang terbuka.

Nama : Almira Rahma Ria Ramadhani
Alamat : JL. JEND. GATOT SUBROTO PEMALANG, Kec. Pemalang, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah
No. Telepon : (0284) 321437