MTB: Multipurpose Trash Burner

Pertumbuhan jumlah penduduk di Kabupaten Pemalang berdampak pada meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat yang berbanding lurus dengan peningkatan jumlah sampah rumah tangga. Namun, tingginya timbulan sampah tersebut belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang optimal di tingkat masyarakat. Permasalahan yang masih sering ditemui adalah rendahnya kesadaran masyarakat serta keterbatasan fasilitas pengolahan sampah. Akibatnya, metode yang umum digunakan adalah pembakaran terbuka (open burning), yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan akibat emisi gas berbahaya. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi teknologi yang mampu mengurangi volume sampah secara efektif sekaligus mengolahnya menjadi produk bernilai guna. Oleh karena itu, Tim Karya Ilmiah Remaja SMA Negeri 2 Pemalang mengembangkan MTB (Multipurpose Trash Burner) sebagai solusi pengolahan sampah organik dan non organik dalam satu alat yang praktis dan multiguna. MTB merupakan alat berbasis pembakaran dengan bahan bakar kayu yang dirancang untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk turunan yang bernilai guna. Melalui proses konversi termal dan destilasi, alat ini mampu menghasilkan arang, pupuk organik cair, serta bahan bakar cair sejenis solar. Sistem kerja MTB memanfaatkan pembakaran tertutup sehingga proses berlangsung lebih terkontrol, di mana asap hasil pembakaran dialirkan melalui pipa menuju ruang kondensasi untuk mengalami perubahan fase menjadi cairan yang dapat dimanfaatkan kembali. Desain alat yang minimalis dan efisien memungkinkan penggunaan ruang yang lebih hemat, serta didukung bahan yang mudah diperoleh dan biaya produksi yang relatif terjangkau. Selain itu, pengoperasian yang sederhana menjadikan MTB mudah diterapkan oleh masyarakat. Dengan berbagai keunggulan tersebut, MTB diharapkan menjadi solusi inovatif yang aplikatif dalam pengelolaan sampah menuju konsep zero waste

Pertumbuhan penduduk menjadi faktor utama peningkatan konsumsi masyarakat yang berdampak pada kenaikan jumlah sampah. Berdasarkan data BPS dan SIPSN, Kabupaten Pemalang memiliki 1.500.754 jiwa pada tahun 2022 dengan timbulan sampah mencapai 216.694,51 ton dari aktivitas industri dan rumah tangga. Pemerintah telah mengeluarkan Perda No. 13 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah sesuai UU No. 18 Tahun 2008. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan menyebabkan penumpukan sampah, khususnya limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga berkontribusi besar terhadap pencemaran tanah, air, dan udara. Limbah ini berasal dari aktivitas sehari-hari seperti sisa makanan, kertas, botol, dan daun, baik organik maupun non-organik. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah menyebabkan limbah tidak diolah dengan baik dan dibiarkan menumpuk sehingga mencemari lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan masyarakat adalah pembakaran sampah. Metode pembakaran terbuka (open burning) masih banyak digunakan karena mudah, murah, dan tidak memerlukan lahan luas. Cara ini dianggap efektif mengurangi volume sampah dan membunuh bakteri. Namun, pembakaran terbuka menimbulkan dampak negatif seperti emisi gas beracun, partikulat berbahaya, serta potensi pencemaran tanah dan air dalam jangka panjang. Hal ini menunjukkan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Permasalahan pengelolaan sampah di pedesaan dan pemukiman padat dipengaruhi oleh keterbatasan fasilitas pengangkutan dan lahan pembuangan. Oleh karena itu, Tim Karya Ilmiah Remaja SMA Negeri 2 Pemalang mengembangkan inovasi “MTB: Multipurpose Trash Burner”. Alat ini tidak hanya membakar sampah, tetapi juga menghasilkan produk turunan seperti pupuk organik cair, solar, dan arang, sehingga mendukung pengelolaan sampah menuju konsep zero waste. Selain itu, alat ini dirancang portabel, hemat energi, dan aman digunakan oleh masyarakat dengan sistem filtrasi sederhana untuk menekan emisi. Implementasi MTB diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi volume sampah secara signifikan, serta memberikan nilai ekonomi tambahan melalui pemanfaatan hasil olahan secara berkelanjutan. Selain itu, alat ini mendukung kemandirian desa dan memiliki perawatan yang relatif mudah.

Keunggulan inovasi MTB dibandingkan dengan penemuan sebelumnya antara lain:

  1. Inovasi dari teknologi ini dapat mempermudah dalam proses pengolahan sampah organik dan non organik.
  2. Desain alat bersifat minimalis dan praktis sehingga lebih efisien dalam penggunaan ruang.
  3. Inovasi teknologi ini multiguna sebagai pengolah sampah sekaligus alat produksi pupuk organik cair dan bahan bakar sejenis solar.
  4. Inovasi teknologi ini memiliki nilai estetika yang lebih baik dibandingkan dengan alat pengolah sampah serupa.
  5. Inovasi teknologi ini dapat mengolah sampah organik dan non organik sekaligus.

Nama : Fahmi Dwi Kurniawan, Ilmira Khoeria, Zumita Pininfarina, Imam Khazali
Alamat : Jl. Jend. Sudirman No.14, Pakis Aji, Wanarejan Utara, Kec. Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361
No. Telepon : 082329255107