FROZEN BANANAS (Pengolahan Tapai Pisang Kepok Frozen Food)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi dan pengolahan pembuatan tape pisang frozen yang efektif dan efisien, serta meningkatkan nilai jual pisang kepok menjadi produk yang inovatif di Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen deskriptif kualitatif dengan melakukan praktikum pembuatan tape pisang frozen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tape pisang frozen memiliki tekstur yang sedikit beku, rasa yang sama dengan tape tanpa frozen, aroma khas alkohol, dan warna yang cenderung sama. Namun, tape frozen dapat bertahan lebih lama dibandingkan tape tanpa frozen karena suhu dingin yang dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan. Penelitian ini menunjukkan bahwa tape pisang frozen dapat menjadi produk yang inovatif dan memiliki nilai jual tinggi di Pemalang.

 

Kata Kunci: Tape Pisang Frozen, Pisang Kepok, Fermentasi, Frozen Food, Nilai Jual.

Kabupaten Pemalang adalah salah satu wilayah dengan tanah yang subur, karena wilayahnya yang berada di lereng gunung, hal tersebut menjadikan kita seringkali menjumpai Tanaman-tanaman di wilayah Kabupaten Pemalang, salah satunya adalah pohon pisang kapok.

 

       Pisang kepok sendiri merupakan salah satu jenis pisang yang populer di Indonesia karena rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut. Biasanya ‎Pisang kepok dinikmati sebagai buah segar, dan diolah menjadi berbagai produk makanan, seperti pisang krispi, sale, keripik pisang dan lain sebagainnya. Produk-produk olahan pisang kapok ini menjadi salah satu ciri khas kabupaten Pemalang dan banyak diminati oleh wisatawan dan masyarakat lokal.

 

‎Dengan demikian, pisang kapok di Kabupaten Pemalang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan daerah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pisang kapok, serta mengembangkan produk-produk olahan yang lebih inovatif dan menarik, dengan demikian tim kami membuat produk inovasi baru yaitu Frozen Tapai Pisang.

 

Tapai atau tape (manihot utilissima) biasanya dibuat dengan bahan singkong, Tape merupakan salah satu makanan fermentasi tradisional Indonesia yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat sebagai substrat oleh ragi. Tape umumnya dibungkus secara tradisional menggunakan daun pisang atau daun jambu biji. ( Ulfah, Mutiara, Sulistyawati Sulistyawati, 2024)

 

Pisang kepok merupakan buah tropis yang menjadi komoditas holtikultultura yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai produksi yang tinggi di Indonesia, dengan kandungan gizi yang cukup baik terutama sebagai sumber serat dan kalium. Mineral lain yang terdapat dalam pisang kepok antara

 

lain magnesium, fosfor, besi dan sejumlah kalsium. Selain mineral, buah pisang kepok juga mengandung beberapa jenis yaitu vitamin C, vitamin B kompleks dan serotonin (Ambarita et al., 2016).

Inovasi “FROZEN BANANAS (Pengolahan Tapai Pisang Kepok Frozen Food)” memiliki sejumlah keunggulan yang membedakannya dari produk tape pada umumnya. Produk ini mampu memperpanjang daya simpan tape pisang kepok dari yang semula hanya bertahan sekitar 2 hari menjadi hingga 2 minggu melalui proses pembekuan, tanpa mengurangi kualitas rasa, aroma, dan warna khas tape. Selain itu, inovasi ini mengombinasikan metode fermentasi tradisional dengan teknologi pembekuan modern, sehingga menghasilkan produk yang tetap mempertahankan cita rasa lokal namun lebih praktis dan bernilai jual tinggi. Keunggulan lainnya adalah kemampuannya dalam mengurangi pembusukan bahan pangan serta memberikan fleksibilitas dalam pengolahan, karena tape frozen dapat langsung dikonsumsi maupun diolah kembali menjadi berbagai produk makanan seperti es tape, kue, atau camilan lainnya.

Nama : Afifah Putri Hapsari
Alamat : Jl. DR. Wahidin Sudirohusodo Sudirohusodo, Taman 1, Banjardawa, Kec. Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah
No. Telepon : 081327319305