HOME INDUSTRY TABALOG (TAHU BAKSO ANALOG) SEBAGAI INOVASI BERBASIS PANGAN SEHAT

HOME INDUSTRY  TABALOG (TAHU BAKSO ANALOG)

SEBAGAI INOVASI BERBASIS PANGAN SEHAT

 

Ria Ulfiasari, Bambang Adi Putranto, Whinda Arum Ilmania

 

riaulfia22@gmail.com, adip5413@gmail.com, whinda.arumania@gmail.com

 

Abstrak

Persaingan antar para pelaku usaha mengenai produk unggulan tahu bakso yang merupakan ciri khas Kabupaten Semarang semakin meningkat. Akan tetapi belum banyak ditemukan inovasi terbaru dalam pembuatan tahu bakso terlebih inovasi yang berbasis pada karakteristik konsumen dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat seperti mengurangi atau menghindari olahan daging hewan. Salah satu cara berinovasi terhadap produk tahu bakso adalah dengan mengganti bakso daging hewan dengan daging analog. Daging analog merupakan daging tiruan yang mempertahankan karakteristik dari daging asli. Jamur tiram dengan kandungan yang rendah kalori, lemak, dan kaya akan kalium, serta kacang merah dengan kandungan flavonoid dan kadar serat larut air yang tinggi menjadi perpaduan bahan baku daging analog yang saling melengkapi untuk memberikan efek hipokolesterol (menurunkan kadar kolesterol darah). Proses pembuatan dan pengemasan Tabalog dilakukan di rumah dengan peralatan sederhana. Adapun strategi pemasaran berfokus di wilayah Kabupaten Semarang sebagai langkah permulaan dengan sistem reseller, toko, dan mitra kerjasama.

 

Kata kunci : Tahu Bakso, Daging analog, Jamur tiram, Kacang merah

Latar Belakang

Kabupaten Semarang terletak pada simpangan tiga kota besar (Jogja-Solo-Semarang) dengan akses lalulintas yang mudah serta destinasi wisata yang beragam menjadikan wilayah tersebut sebagai tempat berbinis yang strategis. Peluang ini ditangkap oleh para pelaku usaha mikro, usaha kecil, maupun usaha menengah (UMKM) untuk berbisnis di area Kabupaten Semarang. Menjamurnya bisnis yang terjadi di Kabupaten Semarang mengakibatkan persaingan antar para pelaku UMKM semakin ketat. Fenomena ini menjadi perhatian penting bagi para pelaku UMKM akan keberjalanan serta keberlanjutan bisnis yang dirintis. UMKM dituntut untuk terus berinovasi dan berkreasi dalam mengembangkan produk yang berbasis teknologi serta kearifan lokal, meningkatkan sumber daya manusia, serta memperluas pangsa pasar. Pemenuhan tuntutan ini diperlukan untuk meminimalisir dan menghilangkan penyebab lemahnya daya saing UMKM baik di pasar lokal, nasional, maupun internasional.

Salah satu bisnis yang tengah berkembang di Kabupaten Semarang adalah bisnis di sektor pangan. Produk bisnis yang sering dijumpai di sektor ini adalah tahu bakso. Tahu bakso telah menjadi ikon makanan khas dari Kabupaten Semarang. Makanan berbahan dasar tahu dengan isian bakso yang terbuat dari daging sapi ini telah menjadi primadona bagi warga Kabupaten Semarang maupun para turis. Kepopuleran tahu bakso berakibat pada menjamurnya UMKM yang turut memproduksi makanan khas ini.

Menilik dari fenomena persaingan bisnis yang telah dijelaskan sebelumnya, persaingan antar para pelaku UMKM pembuat tahu bakso pun juga berpeluang besar untuk terjadi. Hal yang cukup disayangkan dari fenomena persaingan tersebut adalah belum banyak UMKM yang berani berkreasi maupun berinovasi dengan tahu bakso. Kebanyakan para pelaku UMKM masih mengikuti pola yang sama dalam membuat tahu bakso yaitu tahu dengan isian bakso yang terbuat dari daging sapi. Semestinya para pelaku UMKM dapat berkreasi dan berinovasi dengan melihat karakteristik konsumen dimana tidak semua orang bisa memakan produk olahan hewani terlepas dari alasan kesehatan maupun berkaitan dengan gaya hidup.

Berangkat dari permasalahan tersebut, kami menawarkan inovasi tahu bakso dengan isian bakso berbahan dasar kacang merah dan jamur tiram. Inovasi ini diharapkan dapat menjawab tantangan terkait persaingan UMKM di sektor produksi tahu bakso dan sekaligus memberikan alternatif bagi konsumen yang tidak mengonsumsi olahan/protein hewani sehingga tetap dapat merasakan kelezatan tahu bakso. Penggunaan jamur tiram dan kacang merah sebagai bahan substitusi dari daging hewani dipilih mengingat kandungan zat gizi dari kedua bahan ini sangat baik bagi tubuh.

Jamur tiram memiliki nilai gizi yang sebanding dengan telur, susu, maupun daging. Kandungan protein jamur tiram sangat baik bagi kesehatan dikarenakan jamur tiram mengandung asam amino esensial yang lengkap. Kandungan jamur tiram yang rendah kalori, karbohidrat, lemak, natrium, tidak mengandung kolesterol, serta kaya akan kalium menjadikan jamur tiram sebagai makanan ideal bagi para penderita hipertensi dan penyakit jantung.[1] Manfaat tersebut dilengkapi dengan penambahan kacang merah yang memiliki kandungan flavonoid dan kadar serat larut air yang tinggi untuk memberikan efek hipokolesterol (menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh).[2]

Pemilihan jamur tiram dan kacang merah sebagai bahan substitusi dikarenakan tekstur, rasa, serta warna yang hampir mirip dengan bakso daging. Alasan lain yang turut menjadi pertimbangan adalah terkait harga bahan-bahan tersebut yang cukup stabil di pasaran dan dinilai lebih murah jika dibandingkan dengan harga daging sapi. Hal ini dapat menekan biaya produksi sehingga nilai jual dapat lebih ekonomis bagi masyarakat dengan memberikan daya jual yang lebih baik bagi produsen Tabalog.

 


[1] Netty Widyastuti, “Pengolahan Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) sebagai Alternatif Pemenuhan Nutrisi”, JSTI Vol 15 No 3, 2013, hlm 2-3

[2] Salma Fauzia Azka dkk, “Peran Yoghurt Kacang Merah dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Total Remaja Kegemukan”, Jurnal Riset Kesehatan Vol 11 No 1, 2019, hlm 145

Produk yang dikembangkan tentunya mempertimbangkan dari berbagai aspek agar mampu bersaing dengan produk lainya. Dengan begitu, keunggulan yang ditonjolkan adalah :

  1. Merupakan produk unggulan pertama yang mana pengganti daging asli dengan daging analog yang mampu menyelesaikan permasalahan ketidakstabilan harga bahan baku produksi.
  2. Produk pengembangan inovasi berbasis nabati yang kaya akan serat.
  3. Produk dapat dikonsumsi oleh segala jenis umur, tanpa mengandung bahan pengawet.
  4. Harga yang relatif murah karna dapat mengimbangi pasang surut harga bahan pokok.
  5. Pembuatannya yang mudah dengan alat sederhana sehingga ramah lingkungan dan memudahkan dalam membuka lapangan pekerjaan.

Nama : Ria Ulfiasari
Alamat : Lingkungan Bapang RT 3 RW 9 Harjosari, Kec. Bawen, Kab. Semarang
No. Telepon : 088221696445