AMFEEBI (Automatic Feeder with Bibis System)

Ikan Lele merupakan salah satu jenis ikan tawar yang dapat hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan Lele mempunyai tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Tidak heran jika ikan ini menjadi salah satu pilihan utama sebagai ikan ternak yang dibudidayakan oleh masyarakat umum kabupaten Blora untuk mengisi pekarangan atau halaman rumah. Dalam budidaya ikan Lele, masyarakat harus memberikan pakan ikan Lele secara rutin dan teratur. Ikan Lele adalah jenis hewan yang aktif dimalam hari atau nokturnal, maka sangat disarankan untuk memberikan pakan pada waktu sore dan malam hari. Pemberian pakan ikan Lele, frekuensinya adalah 2 sampai 3 kali sehari. Proses pemberian pakan tersebut menjadi masalah bagi pembudidaya yang tidak memiliki banyak waktu luang. Karena banyak pembudidaya tersebut memiliki waktu yang terbatas. Akibatnya, proses pemberian pakan ikan Lele cenderung tidak teratur dan takaran pemberian pakan tidak sesuai, sehingga mengakibatkan banyak ikan Lele yang terhambat pertumbuhanya dan mati. Pemberian pakan yang banyak dan tidak tertakar dapat mengakibatkan boros pakan dan pengeluaran uang. Berdasarakan permasalahan yang dialami oleh pembudidaya tersebut, kami ingin memberikan sebuah solusi dengan menerapkan teknologi Automatic Feeder with Bibis System (Amfeebi). Yaitu sebuah teknologi yang digunakan untuk memberikan pakan ikan secara otomatis berdasarkan waktu yang telah ditentukan serta penambahan fitur bibis pakan dengan air, pakan menjadi empuk/tidak keras namun tidak sampai hancur, dimana penggunaan pakan akan teratur dan lebih hemat. Sehingga dengan penerapan teknologi tersebut, permasalahan pemberian pakan ikan Lele yang dialami bisa teratasi. Maka dengan menerapan Teknologi Amfeebi System kepada masyarakat umum, diharapkan dapat lebih efektif dan efisien serta meningkatkan hasil panen. Kata kunci : Amfeebi System, ikan Lele, efektif dan efisien, bibis, otomatis

Ikan Lele adalah salah satu jenis ikan tawar yang dapat hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan Lele mempunyai tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Tidak heran jika ikan ini menjadi salah satu pilihan utama sebagai ikan ternak yang dibudidayakan oleh masyarakat umum kabupaten Blora untuk mengisi pekarangan atau halaman rumah. Dalam budidaya ikan Lele, masyarakat harus memberikan pakan ikan Lele secara rutin dan teratur. Ikan Lele adalah jenis hewan yang aktif dimalam hari atau nokturnal, maka sangat disarankan untuk memberikan pakan pada waktu sore dan malam hari. Pemberian pakan ikan Lele, frekuensinya adalah 2 sampai 3 kali sehari. Pemberian pakan merupakan salah satu proses yang sangat penting dalam pertumbuhan ikan Lele. Karena, jika ikan Lele tidak mendapatkan pakan yang baik dan teratur, pertumbuhan ikan Lele terhambat dan dapat mengakibatkan kematian. Hal itu bisa dilihat dari permasalahan yang dialami oleh masyarakat umum kabupaten Blora dalam budidaya ikan Lele untuk mengisi pekarangan atau halaman rumah. Masyarakat biasanya menebarkan sekitar 1000 ekor benih ikan Lele disetiap kolam yang dimilikinya, tetapi hanya sekitar 60% yang dapat bertahan hidup sampai dewasa dan siap panen. Kemudian 40% sisanya, besar kemungkinan ikan Lele tersebut sakit dan cenderung mati. Kematian dari ikan Lele tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya ialah proses pemberian pakan. Proses pemberian pakan tersebut menjadi masalah bagi pembudidaya yang tidak memiliki banyak waktu luang. Karena banyak pembudidaya tersebut memiliki waktu yang terbatas, lokasi kolam ikan yang terletak dipekarangan atau halaman rumah rumah dan tidak memiliki pegawai khusus untuk mengurus kolam ikan Lele tersebut. Akibatnya, proses pemberian pakan ikan Lele cenderung tidak teratur dan takaran pemberian pakan tidak sesuai, sehingga mengakibatkan banyak ikan Lele yang terhambat pertumbuhanya dan mati.

Proses bibis adalah sebuah metode yang digunakan dalam pemberian pakan ikan, dalam proses ini pakan ikan kering  dicampur dengan takaran air yang sesuai. Proses bibis bertujuan untuk membuat pakan kering menjadi lunak sehingga diharapkan dapat mudah dicerna ikan dan penggunaan pakan menjadi lebih hemat. Dalam proses bibis manual, biasanya pakan ikan dituangkan dalam suatu wadah dan dicampur dengan air lalu ditunggu selama 30 menit. Setelah itu pakan menjadi lunak dan dapat diberikan ke ikan.

Invensi teknologi yang berkaitan dengan pakan ikan otomatis juga telah diungkapkan sebagaimana terdapat pada permohonan paten Nomor S00202001670 Tanggal 28 mei 2020 dengan judul Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis Berbasis Iot Dengan Pengaturan Yang Fleksibel dimana diungkapkan suatu mesin pakan ikan yang terdiri dari suatu rangka rumahan (1) yang dipisah kedalam dua kompatemen untuk memuat dan menyusun komponen-komponen pendukung mesin pakan ikan tersebut; suatu dinding-dinding (13) yang menutupi semua sisi luar dari kerangka rumahan (1); suatu kaki-kaki (16) disediakan pada bagian bawah dari mesin pakan ikan untuk menopang berdiri tegaknya mesin pakan ikan tersebut; suatu wadah pakan ikan (5) untuk menampung pakan ikan di dalamnya yang ditempatkan di dalam salah satu kompartemen (kompartemen pertama) dari rangka rumahan (1); suatu penutup wadah pakan ikan (3) yang dapat dipasangkan secara dapat dibuka-tutup di atas wadah pakan ikan (5); suatu pipa turun (7) pakan ikan yang dipasangkan di tengah bagian sebelah bawah wadah pakan ikan (5) yang ujungnya disambungkan dengan suatu pipa memanjang horisontal (8) yang diposisikan memanjang di bawah wadah pakan ikan (5); suatu blower (15) untuk menyemburkan pakan ikan ke luar wadah pakan ikan (5) yang dipasangkan ke bagian ujung pipa horisontal (8) yaitu disisi luar rangka rumahan (1); suatu sarana penyebaran pakan ikan yang mencakup suatu rotator kanan kiri (9) yang dapat bergerak ke kanan dan ke kiri yang dapat menyebarkan pakan ikan secara merata digerakkan oleh gearbox (10) dan motor listrik (11). namun invensi tersebut masih terdapat kekurangan yaitu belum memiliki proses pelunakan pakan ikan/ sistem bibis

Invensi lainnya sebagaimana diungkapkan pada paten Nomor IDS000001600 tanggal 15 mei 2017 dengan judul ALAT PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS dimana diungkapkan alat pemberi pakan ikan Otomatis (A) yang terdiri dari bagian pengatur debit air, bagian pancuran, dan bagian pengumpan pakan. Cara kerja pemberian pakan alat ini dengan memanfaatkan mekanisme jungkat-jungkit pancuran air untuk membuka tutup wadah pakan. Untuk mengatur dosis pemberian pakan, digunakan baut pengatur yang dapat disetel, ujung baut akan membatasi gerak membuka tutup wadah, sehingga jumlah pakan yang keluar juga dapat ditentukan.

Namun demikian invensi yang tersebut diatas masih mempunyai kelemehan-kelemahan dan keterbatasan yang antara lain adalah pengaturan dosis ikan masih disetel menggunakan baut dan tidak otomatis juga pada alat itu belum proses pelunakan pakan ikan/ bibis.

Invensi lainnya sebagaimana diungkapkan pada jurnal Telka (jurnal telekomunikasi, elektronika, komputasi dan kontrol) pada tautan https://telka.ee.uinsgd.ac.id/index.php/TELKA/article/view/telka.v8n1.36-48 dengan judul Rancang Bangun Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis menggunakan Sistem Rotasi Wadah Berbasis Internet of Things dimana diungkapkan merancang suatu alat yang dapat memberi pakan ikan secara otomatis dengan menggunakan sistem rotasi yaitu wadah yang berisi 14 tabung pakan ikan akan dirotasi untuk menjatuhkan pakan ikan ke dalam kolam. Cara ini dipilih agar pengguna dapat dengan bebas dan fleksibel mengatur jumlah pakan ikan yang akan diberikan sesuai takaran dan tidak berlebihan. Sistem pengontrolannya berbasis Internet of Things menggunakan ESP8266 NodeMCU dan RTC DS3231. Untuk merotasi wadah menggunakan motor DC, sensor photodioda dan rangkaian logika. Sedangkan untuk mengatur jadwal pemberian pakan ikan dilakukan dari smartphone melalui aplikasi Blynk. Kemudian untuk mengatasi pakan ikan yang menggumpal maka dibuat alat pendorong menggunakan air, pompa air DC dan menerapkan prinsip gravitasi.

Namun demikian invensi yang tersebut diatas masih mempunyai kelemehan-kelemahan dan keterbatasan yang antara lain adalah pompa air hanya digunakan untuk mendorong pakan ikan yang menggumpal karena kelembapan dan belum digunakan untuk proses bibis.

Selanjutnya Invensi yang diajukan ini dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan yang dikemukakan diatas dengan cara membuat alat pakan ikan otomatis yang ditambahkan sistem pelunakan pakan ikan atau sistem bibis sehingga pemberian pakan dapat di jadwalkan, mengefisiensikan waktu dan tenaga dimana tidak terlalu melibatkan manusia untuk proses pemberian pakan, menghemat biaya dari segi volume pakan.

Alat Automatic Feeder with Bibis System (Amfeebi) memiliki keunggulan yaitu sebuah teknologi yang digunakan untuk memberikan pakan ikan secara otomatis berdasarkan waktu yang telah ditentukan serta penambahan fitur bibis pakan dengan air, pakan menjadi empuk/tidak keras namun tidak sampai hancur, dimana penggunaan pakan akan teratur dan lebih hemat, praktis, efektif dan efisien.

Nama : Deni Tri Wahyudi
Alamat : Jl. Gunung Lawu, No.14, RT.06/RW.02, Kel Tegalgunung, Kec. Blora, Kab. Blora
No. Telepon : 08985508930