Untuk buka Blokir BRImo Anda bisa menghubungi CS BRl melalui Chat WhatsApp 0821.6906.776/0821.6906.858 atau Melalui aplikasi BRImo Anda bisa lupa Username atau password pada halaman BRImo.
Untuk buka Blokir BRImo Anda bisa menghubungi CS BRl melalui Chat WhatsApp 0821.6906.776/0821.6906.858 atau Melalui aplikasi BRImo Anda bisa lupa Username atau password pada halaman BRImo.
Untuk buka Blokir BRImo Anda bisa menghubungi CS BRl melalui Chat WhatsApp 0821.6906.776/0821.6906.858 atau Melalui aplikasi BRImo Anda bisa lupa Username atau password pada halaman BRImo.
Untuk buka Blokir BRImo Anda bisa menghubungi CS BRl melalui Chat WhatsApp 0821.6906.776/0821.6906.858 atau Melalui aplikasi BRImo Anda bisa lupa Username atau password pada halaman BRImo.
Untuk buka Blokir BRImo Anda bisa menghubungi CS BRl melalui Chat WhatsApp 0821.6906.776/0821.6906.858 atau Melalui aplikasi BRImo Anda bisa lupa Username atau password pada halaman BRImo.
Untuk buka Blokir BRImo Anda bisa menghubungi CS BRl melalui Chat WhatsApp 0821.6906.776/0821.6906.858 atau Melalui aplikasi BRImo Anda bisa lupa Username atau password pada halaman BRImo.
Untuk buka Blokir BRImo Anda bisa menghubungi CS BRl melalui Chat WhatsApp 0821.6906.776/0821.6906.858 atau Melalui aplikasi BRImo Anda bisa lupa Username atau password pada halaman BRImo.
JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyabet juara pertama di bidang pariwisata dan transportasi dalam lomba Inovasi Daerah dalam Tatanan Normal Baru. Penghargaan tersebut, diterima langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Aula Litbang Kementrian Dalam Negeri, Senin (22/6/2020).
Jateng sendiri menyabet juara pertama pada lomba tersebut, di bidang pariwisata dengan video berjudul “Madosi Jateng – Ayo Dolan Kesehatan Tetap Di Depan (New Normal Inovasi Wisata Jawa Tengah)” yang telah dilihat 6.782 kali. Di bidang transportasi jateng juara dengan video “Layanan Penumpang Trans Jateng dengan Aplikasi si-Anteng”, yang telah dilihat 40.950 kali. Adapun, video bisa disaksikan melalui situs https://tuxedovation.inovasi.litbang.kemendagri.go.id .
Acara tersebut, dibuka langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amien melalui teknologi virtual. Menurutnya, dalam kondisi pandemi Covid-19 pemerintah Indonesia telah melakukan tindakan untuk memutus persebaran wabah. Selain itu, sisi ekonomi juga tak luput dari upaya pemulihan.
Alih-alih menerapkan lockdown, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan mekanisme seperti itu, masyarakat diharuskan melakukan segala kegiatan di rumah. Meskipun diakui, hal itu berpengaruh pada sisi ekonomi negara.
Melalui lomba yang diselenggarakan Kemendagri itu, ia berharap bisa mempersiapkan daerah dalam menyongsong kenormalan baru.
“Tatanan kehidupan kita pasti akan berubah juga sektor ekonomi. Untuk mempersiapkan tatanan normal baru, tentu perlu inovasi, guna mencapai keberhasilan menerapkan era produktif namun tetap aman Covid-19.
Amien menyebut, kategori daerah yang dapat melakukan kenormalan baru ditilik dari beberapa kategori. Di antaranya, tingkat penularan virus yang terkendali ditunjukan dengan angka RO (Reproduction number) kurang dari satu selama dua minggu.
Selain itu, kesiapan dan ketersediaan layanan daerah juga menjadi pertimbangan. Kemudian kemampuan melakukan pelacakan dengan melakukan tes Covid-19.
“Perubahan perilaku masyarakat, tetap memakai masker, social distancing, cuci tangan saat melakukan kegiatan sosial dan ekonomi juga menjadi syarat penting,” ujarnya.
Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian mengemukakan, tujuan lomba ini adalah untuk mempersiapkan daerah mempersiapkan protokol kesehatan di berbagai sektor kehidupan. Nantinya, protokol dan simulasi yang dikemas dalam bentuk video ini, akan disiarkan kepada khalayak melalui kanal-kanal yang ada termasuk media sosial.
Menurutnya, ada tujuh sektor kehidupan yang dilombakan untuk pembuatan protokol dan simulasi dalam bentuk video. Pertama adalah sektor pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), transportasi umum, dan pariwisata
“Nantinya diharapkan, model atau simulasi (video) dapat ditiru oleh pemerintah daerah lain. Tujuannya agar terjadi gerakan nasional kebersamaan beradaptasi ke tatanan baru tersebut, peran pemda penting karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat,” jelas Tito.
Dikatakannya, sejak lomba dibuka pada 29 Mei 2020 telah terkumpul karya sebanyak 2.517 karya video singkat berdurasi dua menit. Dari karya itu, dipilih 84 karya pemenang, yang sebelumnya dilakukan penjurian maraton antar kementrian dan badan.
“Total hadiah adalah Rp168 miliar berupa Dana Insentif Daerah. Juara satu memeroleh Rp3 miliar, juara dua Rp2 miliar dan juara 3 memeroleh Rp1 miliar,” papar mantan Kapolri itu.
Penghargaan di Sektor Tempat Wisata, Jateng memuncaki peringkat, di atas Sulawesi Selatan di nomor tiga dan Jatim di nomor dua. Sementara, Klaster kota, Kota Semarang juga menduduki peringkat pertama, mengalahkan Kota Bogor dan Kota Pare-pare.
Di Sektor Transportasi umum, Jateng berada di urutan pertama. Tempat kedua adalah Provinsi Bali dan tempat ketiga adalah Kalimantan Tengah. Pada sektor yang sama, Pemkot Semarang memeroleh juara ketiga, sementara Pemkab Tegal memeroleh juara kedua.
Selain tingkat provinsi, Jawa Tengah juga menyabet penghargaan di tingkat kota dan kabupaten. Di bidang Pasar tradisional, Kota Semarang menyabet juara kedua. Sementara di klaster kabupaten, Banyumas menyabet juara pertama.
Di sektor Pasar Modern, Semarang menyabet juara ketiga klaster Pemerintah Kota. Sementara di sektor perhotelan, Pemkot Semarang menempati peringkat kedua. Di Klaster kabupaten, Kebumen memeroleh juara kedua.
Sementara di sektor PTSP, Provinsi Jateng menempati urutan ketiga, setelah Sulawesi Tengah dan kalimantan Utara. (Pd/Ul, Diskominfo Jateng)
Berikut daftar juara penganugerahan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 :
I. Sektor Pasar Tradisional
Klaster Provinsi
1. Bali
2. Sulawesi Selatan
3. Lampung
Klaster Kota
1. Bogor
2. Semarang
3. Palembang
Klaster Kabupaten
1. Banyumas
2. Lumajang
3. Semarang
Kabupaten Tertinggal
1. Lembata
2. Seram Bagian Barat
3. Pesisir Barat
II. Sektor Pasar Modern
Klaster Provinsi
1. Jatim
2. Lampung
3. DI Yogyakarta
Klaster Kota
1. Bogor
2. Sukabumi
3. Semarang
Klaster Kabupaten
1. Aceh Tamiang
2. Kebumen
3. Tulungagung
Klaster Kabupaten tertinggal
1. Seram Bagian Barat
2. Belu
3. Nias
III. Sektor Restoran
Klaster Provinsi
1. Lampung
2. DI Yogyakarta
3. Jambi
Klaster Kota
1. Bogor
2. Tangerang
3. Jambi
KlasterKabupaten
1. Trenggalek
2. Tabalong
3. Lumajang
Klaster Kabupaten Tertinggal
1. Sumba barat daya
2. Sumba barat
3. Seram bagian barat
IV. Sektor Hotel
Sektor Provinsi
1. Jambi
2. Kalimantan Utara
3. Sulawesi Selatan
Klaster Kota
1. Pekanbaru
2. Surabaya
3. Semarang
Klaster Kabupaten
1.Trenggalek
2. Kebumen
3. Sintang
Klaster Kabupaten Tertinggal
1. Sumba Barat Daya
2. Seram Bagian Barat
3. Tojo Una Una
V. Sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
Provinsi
1. Sulawesi Tengah
2. Kalimantan Utara
3. Jawa Tengah
Klaster Kota
1. Bekasi
2. Bandung
3. Surabaya
Klaster Kabupaten
1. Trenggalek
3. Sinjai
3. Situbondo
Klaster Kabupaten Tertinggal
1. Nias
2. Seram bagian barat
3. Sumba barat
VI. Sektor Wisata
Klaster Provinsi
1. Jateng
2. Jatim
3. Sulawesi Selatan
Klaster Kota
1. Semarang
2. Bogor
3. ParePare
Klaster Kabupaten
1. Sintang
2. Gunungkidul
3.Trenggalek
Klaster Kabupaten Tertinggal
1.Sigi
2. Rote Ndao
3. Seram Bagian Barat
VII. Sektor Transportasi Umum
Klaster Provinsi
1. Jateng
2. Bali
3. Kalimantan tengah
Klaster Kota
1. Bengkulu
2.Banda Aceh
3. Semarang
Klaster Kabupaten
1. Sintang
2. Tegal
3. Tapanuli Utara
Klaster Kabupaten tertinggal
1. Jayawijaya
2. Seram bagian barat
3. Kepulauan Sula